Dituntut 5 Bulan Penjara, Habib Bahar: Alhamdulillah, Allah Gerakkan Hati Jaksa

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 27 Mei 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 525 2416167 dituntut-5-bulan-penjara-habib-bahar-alhamdulillah-allah-gerakkan-hati-jaksa-N1XrEgzgx9.jpg Habib Bahar bin Smith. (Foto: Antara)

BANDUNGHabib Bahar bin Smith mengucap syukur berkali-kali setelah mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jabar. Dalam kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online, Habib Bahar dituntut 5 bulan penjara.

"Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Saya berterima kasih ke jaksa yang telah menuntut saya selama lima bulan yang mana bagi saya itu cukup tidak berat juga tidak ringan," tutur Bahar dalam sidang virtual, di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Breaking News: Habib Bahar Dituntut 5 Bulan Penjara Kasus Penganiayaan

Bahkan, Bahar pun menyebut bahwa Allah SWT telah menggerakkan hati para jaksa, sehingga para jaksa menyampaikan tuntutan yang dinilainya adil itu.

"Saya berterima kasih kepada jaksa telah menimbang dan berlaku adil. Itu semua Allah yang menggerakkan hati jaksa. Itu yang ingin saya sampaikan, mudah-mudahan keadilan bisa terwujud," ungkapnya.

Bahar dituntut 5 bulan penjara karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap seorang sopir taksi online. "Menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan dengan tetap ditahan," ujar JPU Kejati Jabar saat membacakan amar tuntutannya.

Baca juga: Tatkala Habib Bahar Menghaturkan Permintaan Maaf ke Sopir yang Ia Pukul

Dalam amar tuntutannya itu, pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah dan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin itu dinilai terbukti bersalah melakukan penganiayaan sesuai dengan dakwaan subsider Pasal 351 ayat 1 Jo Pasal 55. Sementara itu, untuk dakwaan primer, yakni Pasal 170 dinilai tidak terbukti.

"Menyatakan terdakwa tidak bersalah menggunakan kekerasan terhadap orang sesuai Pasal 170 (KUHP)," sambung JPU Kejati Jabar.

JPU Kejati Jabar menambahkan, hal yang meringankan tuntutan hukuman tersebut, yakni Bahar mengakui perbuatannya dan telah menyampaikan permohonan maaf.

Diketahui, dalam sidang sebelumnya, Bahar mengakui telah menganiaya sopir taksi online bernama Andriansyah dan meminta maaf di hadapan majelis hakim. Kasus penganiayaan itu sendiri terjadi pada 2018 silam.

Aksi penganiayaan dilakukan Bahar lantaran dirinya mendengar pengakuan istrinya, Jihana Roqayah digoda oleh korban seusai diantar berbelanja oleh korban. Meski diadili, Bahar pun mengaku telah berdamai dengan Andriansyah. Bahkan, keduanya telah membuat surat perdamaian di atas materai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini