Handsanitizer Produksi USU Dinilai Lebih Stabil dan Efektif

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 27 Mei 2021 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 65 2416232 handsanitizer-produksi-usu-dinilai-lebih-stabil-dan-efektif-1K21gm8WO0.jpg (Foto: Wahyudi Aulia)

MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 berhasil memproduksi handsanitizer yang diyakini lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan dari kuman. Produk handsanitizer tersebut masih dipakai untuk internal kampus.

Ketua Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 Universitas Sumatera Utara (USU), Apt. Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si. mengatakan ide memproduksi handsanitizer berawal keinginan mereka untuk memproduksi handsanitizer yang sifatnya lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan.

"Jadi produk kita ini bisa memberikan perlindungan 99 persen terhadap kuman terutama di tangan karena tangan merupakan organ tubuh yang selalu bersentuhan dengan apapun," ucap Imam, Kamis (27/5/2022).


Baca juga: Hal Penting yang Harus Dipahami Melihat Peluang Bisnis Startup di Indonesia


Baca juga: "Hangry", Ini Penjelasan Pakar Biokimia IPB University Tentang Hubungan Lapar dan Marah

Handsanitizer ini telah melalui beberapa pengujian. Hasilnya dinilai lebih stabil dibanding handsanitizer lainnya.

"Kestabilan itu akan terus tetap terjaga walaupun kondisinya dalam panas ekstrim atau pun bisa dikatakan kondisinya tidak sesusai dengan penyimpanan, tapi kadar alkohol di dalam tetap kami upayakan setinggi 70 persen," bebernya.

"Jadi kami beberapa kali melakukan pengujian kadar alkohol tetap stabil di angka 70 persen," imbuh Imam Bagus lagi.

Ke depannya lanjut Imam, handsanitizer ini sudah siap untuk diproduksi secara massal dan bisa digunakan masyarakat dengan harga terjangkau. Handsanitizer ini sudah memiliki merk dagang dari Kemenkumham dan izin edar dari Kemenkes.

"Sebelumnya kita bekerjasama produksi secara massal skala industi bekerjasama dengan salah satu industri punya alumni sehingga bisa produksi 1.000 liter atau setara dengan 10 ribu botol. Namun penggunaan masih digunakan seara internal (di lingkup USU)," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini