Kesal Keluarganya Meninggal Dinyatakan Covid-19, Massa Ormas Geruduk Rumah Sakit

Said Ilham, iNews · Jum'at 28 Mei 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 608 2416511 kesal-keluarganya-meninggal-dinyatakan-covid-19-massa-ormas-geruduk-rumah-sakit-x70PgQ2w2C.jpg Massa ormas dan keluarga pasien geruduk Rumah Sakit Mitra Medika Medan, Sumut (Foto: Said Ilham)

MEDAN - Tak terima korban meninggal dunia dinyatakan Covid-19, puluhan massa ormas bersama keluarga pasien mengamuk dan mendatangi Rumah Sakit Mitra Medika di Medan, Sumatera Utara.

Massa dan keluarga kecewa karena berdasarkan hasil rujukan rumah sakit sebelumnya korban negatif Covid-19. Namun, setelah dirawat dan meninggal di rumah sakit tersebut, korban malah dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga:  AS Akan Buka-Bukaan Terkait Asal Muasal Virus Corona

Puluhan massa Ormas Pemuda Batak Bersatu bersama dengan anggota keluarga dari pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, Kamis 27 Mei 2021 sore mengamuk dengan mendatangi rumah sakit itu, karena tak terima korban yang meninggal dunia dinyatakan positif Covid-19.

Kedatangan massa bersama pihak keluarga ini awalnya meminta penjelasan pihak rumah sakit terkait meninggalnya pasien atas nama E Marbun yang dinyatakan pihak Rumah Sakit Mitra Medika meninggal karena positif Covid-19, dan hendak dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

Sementara hasil tes swab yang menyatakan pasien meninggal akibat Covid tidak ditunjukkan rumah sakit.

Massa dan keluarga pun mengamuk, sebab pihak rumah sakit tidak mau menerima mereka hingga akhirnya petugas kepolisian turun ke lokasi untuk menenangkan massa dan keluarga korban.

Massa dan keluarga korban menyesalkan karena sebelum dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika korban sudah dirawat di Rumah Sakit Wulan Windi Marelan karena penyakit ginjal. Berdasarkan hasil rujukan Rumah Sakit Wulan Windi ke Rumah Sakit Mitra Medika Medan, korban negatif Covid-19.

Baca Juga:  Lagi, 15 Warga Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Menurut Hutapea, keluarga korban, bahkan selama beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika Medan, korban yang sudah berusia 60 tahunan tersebut juga tidak pernah dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika.

Hingga pihak keluarga silih berganti membesuk korban di rumah sakit. Ironisnya kenapa setelah meninggal dunia malah korban dinyatakan positif Covid-19 yang membuat keluarga kesal korban tidak bisa disemayamkan seperti biasa dan dimakamkan seperti pasien Covid-19.

Setelah dimediasi pihak kepolisian yang turun ke lokasi, akhirnya keluarga pun terima korban yang meninggal dunia dimakamkan seperti pasien Covid-19. Keluarga sempat histeris saat korban dibawa ke pemakaman Covid-19 di Simalingkar Medan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini