Elektabilitasnya Tinggi di Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Saya Tahu Diri Belum Berpartai

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 29 Mei 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 525 2417301 elektabilitasnya-tinggi-di-pilpres-2024-ridwan-kamil-saya-tahu-diri-belum-berpartai-348nvTJ0yx.jpg Ridwan Kamil (Foto: Humas Pemprov Jawa Barat)

SURABAYA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku mengedepankan etika politik dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meski, mengantongi elektabilitas tinggi di bursa Pilpres 2024.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, dirinya selama ini memegang dua filosofi politik dalam memimpin, yakni politik akal sehat dan tahu diri. Menurutnya, tingkat elektabilitas dan popularitas dirinya yang dilansir sejumlah lembaga survei bisa diperhitungkan partai politik atau tidak sama sekali.

"Saya tahu diri. Saya ini belum berpartai, saya tidak tahu apakah dengan hasil survei untuk 2024 apakah akan dilamar atau akan diajak partai politik, saya tidak tahu. Kalau batinnya terbuka bismillah, kalau tidak terbuka ya tidak masalah," ungkap Kang Emil di Surabaya, Sabtu (28/5/2021).

Baca Juga:  Ridwan Kamil Bertemu Khofifah, Bahas Pilpres 2024?

Diketahui, elektabilitas mantan Wali Kota Bandung itu terus terpantau naik berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei, seperti survei yang dilakukan oleh Y-Publica pekan ini dimana elektabilitas Kang Emil tajam bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam hasil survei tersebut, elektabilitas Ganjar Pranowo bahkan melampaui Prabowo Subianto yang selama ini unggul di puncak elektabilitas. Sementara tingkat elektabilitas Prabowo Subianto sendiri sebesar 16,7 persen yang dibayangi oleh Ridwan Kamil sebesar 15,9 persen.

Kang Emil melanjutkan, dalam bursa Pilpres 2024 saat ini, para tokoh yang berkpirah dan memiliki news value berpotensi menaikan elektoral.

"Siapa yang punya news value? Ya orang-orang yang sedang mengambil keputusan saat ini, menteri, gubernur," sebutnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Ajak Komunitas Harley Davidson Peduli Bencana

Dia mengaku, sejauh ini, elektabilitasnya yang dirilis lembaga survei lebih banyak dijadikan bahan evaluasi kinerja. Berbeda dengan calon lain yang ditopang dengan branding dan buzzer, Kang Emil memastikan, dirinya belum memakai jasa buzzer, termasuk membentuk tim khusus.

Menurutnya, karena belum berpartai, sejatinya, elektabilitas dan popularitas yang terekam oleh lembaga survei murni hasil kerja pribadinya.

"Apa yang saya kerjakan dan saya beritakan sendiri berpengaruh pada elektoral. Hasil (survei) Drone Emprit, kegiatan saya itu sumber viralnya saya sendiri. Kalau teman-teman yang lain, ada aplikasi dari buzzer terkait viralnya," ujarnya.

Sebagai kepala daerah di provinsi yang memiliki 33 juta suara, Kang Emil juga mengaku cukup intens berkomunikasi dengan sejumlah petinggi partai, mulai dari Presiden PKS, Ahmad Syaikhu; Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar; Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh; Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto; hingga Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Itu sopan satun politik, semua partai saya datangi, tidak harus dalam rangka politik karena bagi saya lebih baik banyak teman," ucapnya.

Meski begitu, keputusan dirinya terkait kontestasi akan ditolong oleh keputusan politik terakhir, terutama kebijakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 mendatang.

Menurutnya, dengan pilkada yang bakal digelar November 2024 dan pilpres April 2023, maka dirinya bisa berlaga di Pilpres 2021 jika dipinang parpol. Kalaupun kalah, kata Kang Emil, masih ada kesempatan untuk melanjutkan jabatannya sebagai Gubernur Jabar periode kedua.

"Kalau kalah saya masih ada pilihan, walaupun belum tentu saya maju untuk lanjut dua periode," tandas Kang Emil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini