Serang Koramil dan Kantor Polisi, Masalah Dadang Buaya Ternyata Sepele Banget

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Sabtu 29 Mei 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 525 2417324 serang-koramil-dan-kantor-polisi-masalah-dadang-buaya-ternyata-sepele-banget-YM3a6vDieE.JPG Dadang Buaya (Ist)

BANDUNG - Jagad dunia maya dihebohkan dengan aksi preman bernama Dadang Buaya (45) yang nekat menyerang Koramil dan Polsek Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Usut punya usut, aksi Dadang Buaya Cs ini bermula dengan perselisihannya dengan seorang nelayan. Diceritakan Kapolsek Pameungpeuk AKP Dedin Permana melalui keterangan tertulisnya.

Dedin mengungkapkan, aksi nekat tersebut bermula dari perselisihan antara Dadang Buaya dan seorang nelayan bernama Jaka (45), warga Kampung Bunisari, Desa Mancagahar, Pameungpeuk, Garut.

Jaka yang baru pulang melaut menggunakan sepeda sepeda motor berpapasan dengan Dadang yang juga menggunakan sepeda motor di pertigaan jalan kawasan obyek wisata Sayangheulang.

"Dadang Buaya membawa kendaraan motor bukan di jalurnya, lalu Jaka ngomong ke Dadang 'ningali atuh' (lihat dong). Dadang pun langsung turun dari motor menghampiri Jaka lantas menodongkan pisau ke leher Jaka sambil menamparnya," ungkap Dedin.

Baca Juga: Serang Koramil-Polsek, Dadang Buaya Ditangkap dengan Muka Bonyok

Tak sampai di situ, Dadang lantas membawa Jaka ke arah Curugan, tepatnya di depan Balinda Hotel dan kembali terjadi cekcok mulut antara Dadang dan Jaka. Dikarenakan tidak ada jalan keluar, kata Dedin, Jaka kemudian meminta bantuan Letu TNI Saprudin (45) tahun yang merupakan anggota Kesatuan Cilodong, Bogor yang tengah cuti di Pameungpeuk untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kemudian, terjadi ribut adu mulut lagi antara Dadang Buaya dengan saudara Saprudin yang berakhir dengan perkelahian," ujarnya.

Pada pukul 07.45 WIB, lanjut Dedin, masyarakat Sayangheulang melaporkan peristiwa perkelahian tersebut kepada Babinmas Desa Mancagahar, Bripka Bedi. Tiba di lokasi kejadian, Bripka Bedi langsung berusaha melerai perkelahian tersebut.

"Namun, Dadang Buaya balik menyerang Bripka Bedi dengan cara memukul dan membantingkan Bripka Bedi. Bahkan, Dadang sempat merampas golok milik petani yang lewat dan dibacokan kepada Bripka Bedi, tetapi berhasil digagalkan. Pada saat Bripka Bedi sedang berusaha menghindari Dadang, saudara Saprudin sendiri sedang adu mulut dengan teman Dadang, Teri alias Abang," paparnya seraya mengatakan bahwa keributan tersebut akhirnya berhasil diredakan dan dibubarkan anggota Polsek Pameungpeuk pukul 09.00 WIB.

Meski begitu, tak lama kemudian atau pukul 19.15 WIB, Dadang Buaya dan rombongan sebanyak sekitar 15 orang datang ke Markas Koramil Pameungpuk mencari Letu TNI Saprudin. Beruntung, sejumlah anggota Koramil Pameungpeuk berhasil menghalau mereka dan mengamankan beberapa bilah senjata tajam berupa golok, samurai, dan igrek yang dibawa Dadang Cs.

Tak puas mendatangi markas Koramil Pameungpeuk, Dadang Cs malah mendatangi markas Polsek Pameungpeuk dalam keadaan mabuk mencari Bripka Bedi dan membuat sedikit keributan, tetapi lagi-lagi berhasil dihalau. Di jalan raya depan Polsek Pameungpeuk, Dadang kembali berulah dengan berupaya menyerang anggota Polsek Pameungpeuk, Bripka Uun, namun berhasil digagalkan. Saat itu, Dadang Cs diminta pulang.

Kemudian, pada pukul 11.30 WIB, dilakukan konsolidasi Polsek dan Koramil Pameungpeuk yang dipimpin langsung oleh Dedin. Petugas gabungan pun akhirnya menangkap Dadang di rumahnya dan selanjutnya kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Garut.

"Situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Pameungpeuk pascakejadian aman, tertib, dan kondusif," kata Dedin.

Dalam foto yang beredar, usai diringkus, wajah Dadang terlihat bonyok. Bagian pelipis lelaki dengan badan penuh tato itu juga tampak mengeluarkan darah. Sedangkan terlihat kedua tangannya diikat menggunakan lakban plastik berwarna coklat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini