Begini Tips Mengelola Keuangan Bagi Mahasiswa

Neneng Zubaidah, Koran SI · Minggu 30 Mei 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 65 2417559 begini-tips-mengelola-keuangan-bagi-mahasiswa-ubj1nViyYu.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kondisi keuangan seringkali menjadi kendala dalam kehidupan, termasuk bagi para mahasiswa yang jauh dari orangtua dan tidak jarang belum memiliki sumber pendapatan. Pengeluaran yang lebih besar dari uang saku, dan kebutuhan mendadak terkadang membuat para mahasiswa bingung mengelola keuangan mereka.

Alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga seorang financial planner Zain Ambi membagikan kiat untuk mengatur keuangan bagi para mahasiswa.

BACA JUGA: Kunjungi IPB, Mentan dan Menkop Siap Kembangkan Inovasi Perguruan Tinggi Berbasis Korporasi

Pria yang kerap disapa Ambi ini menjelaskan kiat-kiat untuk mengatur keuangan agar para mahasiswa utamanya, dapat terhindar dari permasalahan terkait dengan keuangan.

“Setiap ada keinginan atau impian-impian Anda yang membutuhkan uang, di situlah ada yang namanya tujuan keuangan. Karena ada tujuan keuangan, maka kita ada yang namanya perencanaan keuangan,” jelas Ambi dikutip dari laman resmi Unair di unair.ac.id, Sabtu (29/5/2021).

Lebih lanjut, Ambi menjelaskan bahwa untuk merencanakan keuangan dapat melihat dari sudut pandang piramida perencanaan keuangan. “Ketika kita merencanakan keuangan seseorang, itu dimulai dari yang paling bawah,” ungkap financial planner bersertifikasi ini.

BACA JUGA: 7 Tips Supaya Lebih Rajin Baca Buku ala Zahid Azmi Ibrahim

Ambi menjelaskan bahwa bagi para mahasiswa, hal-hal utama terkait dengan keuangan antara lain kebutuhan jangka pendek, dana darurat, dan investasi. Alumni S1 Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) ini juga menerangkan pentingnya memastikan keuangan kita berada dalam kondisi yang sehat.

Menurut Ambi, cara pertama dan paling sederhana untuk memastikan kondisi keuangan yang sehat adalah dengan mengecek penghasilan dari orang tua atau darimana pun itu lebih besar daripada pengeluaran dan sebaliknya. “Kedua, kalau bisa punya dana darurat,” tegas Ambi.

Ambi menegaskan pentingnya dana darurat bagi mahasiswa. “Setiap bulan, sisakan pelan-pelan di rekening yang berbeda atau di amplop atau di manapun, yang digunakan sebagai dana darurat. Kalau sudah terbiasa sejak awal, maka tidak akan terlalu sulit,” tukasnya.

Pada webinar ini, Ambi memberikan tips yang dapat diterapkan oleh para mahasiswa untuk mengatur keuangan mereka. “Yang penting harus di-budget-in di awal. ‘Oke, yang penting aku akan nabung tapi nabungnya kalau ada sisa’ itu nggak boleh. Harus di awal dulu tabungannya karena kalau di akhir saya sangatlah yakin itu pasti akan kepakai,” tuturnya.

“Budgeting ini bisa dengan pola 40-30-20-10. Maksimal 40 persen untuk kebutuhan hidup, maksimal 30 persen kalau ada hutang, minimal 20 persen untuk investasi dan tabungan, serta minimal 10 persen untuk dana darurat,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini