Heboh Tawuran Emak-emak di Blitar, Gigit Jari Korban hingga Nyaris Putus

Solichan Arif, Koran SI · Selasa 01 Juni 2021 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 519 2418629 heboh-tawuran-emak-emak-di-blitar-gigit-jari-korban-hingga-nyaris-putus-cuPaSjbsz2.jpg foto: ist

BLITAR - Peristiwa tawuran antara emak-emak warga Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar berakhir dengan pengeroyokan disertai penganiayaan. Korban berinisal SP (59) warga Desa Sambigede, yang jarinya digigit hingga terluka parah dan nyaris putus, tidak terima.

(Baca juga: Viral, Emak-emak Baku Hantam di Tengah Jalan Setelah Terlibat Kecelakaan)

Ia melaporkan RN (35) dan RB (55), kedua pengeroyoknya ke kepolisian. "Korban resmi melapor ke Polsek Binangun," ujar Paur Humas Polres Blitar Bripka Didik Dwi, Selasa (1/6/2021).

Kejadian itu terjadi saat korban bekerja menyortir cabai yang baru dipanen. Korban dalam posisi bersimpuh. Di saat memilih dan memilah cabai, kedua terlapor tiba tiba datang. Keduanya merupakan tetangga korban. Saksi mendengar, ketiga ibu ibu tersebut menggunjingkan adik korban. Entah apa yang terjadi. Nada bicara dalam percakapan itu, tiba tiba meninggi.

(Baca juga: 2 Tahun Ibu Ani Berpulang, SBY: Saya Harus Benar-benar Move On)

"Motif atau penyebab terjadinya dugaan penganiayaan tersebut masih diselidiki," kata Didik. Di lokasi tempat kerja tersebut, adu mulut berlangsung sengit. Mungkin karena tidak ingin bekonflik, korban tiba tiba beranjak, bermaksud pindah tempat.

Namun oleh terlapor RN, rambut korban dijambak. Agar tidak bisa berpindah tempat, terlapor RB memegangi punggung korban erat erat. Dalam posisi tidak berkutik, tangan kiri korban ditarik paksa. Terlapor RN tiba tiba menggigit ibu jari korban hingga berdarah darah.

Suasana di lokasi sontak heboh. Mereka yang ada di lokasi berusaha melerai. Termasuk suami korban juga berusaha menghentikan aksi penganiayaan. Korban yang jarinya terluka parah dan nyaris putus, langsung dilarikan ke puskesmas setempat.

Menurut Didik, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan. Dengan adanya laporan dugaan penganiayaan, petugas langsung mengambil langkah dengan meminta keterangan saksi. "Kita masih melakukan penyelidikan, termasuk memintai keterangan saksi," pungkas Didik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini