Imbas Libur dan Mudik, Tingkat Keterisian RS Covid-19 di Jabar Alami Peningkatan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 01 Juni 2021 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 525 2418319 imbas-libur-dan-mudik-tingkat-keterisian-rs-covid-19-di-jabar-alami-peningkatan-6TLtTTibfn.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (foto: Istimewa)

BANDUNG - Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 30,6% kini menjadi 38,2%.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memimpin Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 31 Mei 2021.

"Ini adalah imbas dari libur dan mudik yang bocor. Sudah kita upayakan dan mudah-mudahan menjadi pelajaran bahwa apa yang dulu kita upayakan memang sebenarnya untuk menghindari hal-hal seperti ini," kata pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Baca juga;  Usai Libur Lebaran, Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Meningkat di Sejumlah Provinsi

Ia pun meminta rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar yang tingkat keterisian sudah mencapai 70% untuk menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19.

"Rumah Sakit yang sudah di ambang batas, seperti RS Al Ihsan kemudian RS Santosa, RS Immanuel sudah ada yang 70 persen hingga 90 persen," ucapnya.

 Baca juga: Jelang Lebaran, Kapasitas RS Covid-19 di Jakarta Baru Terisi 30%

"Tolong kalau sudah mendekati 70 persen per rumah sakit, itu segera mengalokasikan jumlah kamar-kamar rawat yang tadinya untuk pasien penyakit umum kepada pasien Covid-19," imbuhnya.

Selain itu, Kang Emil juga mengingatkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut, untuk terus menekan kasus aktif dan meningkatkan rata-rata kesembuhan pasien Covid-19.

Sebab, kasus aktif di ketiga daerah tersebut terbilang tinggi, sedangkan tingkat rata-rata kesembuhan masih rendah. Kang Emil pun meminta ketiga daerah tersebut untuk melakukan identifikasi dan antisipasi.

"Kami akan beri atensi (kepada tiga daerah tersebut). Hari Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran bersama Forkopimda untuk melakukan antisipasi," tuturnya.

Menurut Kang Emil, pihaknya intens mempercepat vaksinasi Covid-19. Untuk itu, ia mendorong tiga kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi yang masih rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu, untuk mengakselerasi penyuntikan vaksin Covid-19.

"Untuk lansia kita ditegur. Ini terendahnya (vaksinasi lansia) ada di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut, sehingga mengakibatkan akumulasi vaksinasi lansia kita masih belum baik," katanya.

Kang Emil juga mengimbau masyarakat untuk kembali menguatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. Pada pekan ini, katanya, kedisiplinan masyarakat Jabar terapkan protokol kesehatan mengalami penurunan.

"Saya mengimbau ke masyarakat, terjadi penurunan kedisiplinan cukup signifikan. Rata-rata Jawa Barat itu kedisiplinan di atas 80 persen kalau turun ke 79 persen. Minggu ini turun sampai 72 persen, jadi BOR-nya naik 8 persen, kedisiplinan turun 10 persen," ucapnya.

"Dengan penurunan kedisiplinan, kami mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak menyepelekan COVID-19 yang makin ganas jangan sampai negara nanti kehilangan kendali dalam masalah ini. Kapolda dan Pangdam sudah menyiapkan penguatan-penguatan untuk meningkatkan kedisiplinan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini