Fakta Menarik Mbok Yem Penjual di Puncak Gunung Lawu

Agregasi Solopos, · Kamis 03 Juni 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 519 2419822 fakta-menarik-mbok-yem-penjual-di-puncak-gunung-lawu-LNc7olw9NU.jpg Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu (foto: Dok Solopos)

KARANGANYAR – Pendaki Gunung Lawu pasti tak asing dengan nama Mbok Yem si pemilik warung di puncak Gunung Lawu. Warung milik wanita asal Magetan, Jawa Timur, itu menjadi primadona para pendaki.

Berikut deretan fakta menarik dari warung tertinggi di Indonesia itu:

Baca juga:  Kisah Horor Pendaki Gunung Lawu Lihat Penampakan Hantu Bermuka Rata

Tertinggi di Indonesia

Kehadiran warung Mbok Yem di ketinggian 3.150 Mdpl atau hanya kurang 115 Mdpl saja dari Puncak Gunung Lawu, menjadi solusi untuk urusan perbekalan para pendaki. Banyak pendaki salut dengan kegigihan Mbok Yem, pasalnya Gunung Lawu memiliki cuaca yang ekstrem mencapai -5 derajat celcius.

Baca juga:  Mengerikan, Angkernya Pasar Dieng di Gunung Lawu! Simak Kisahnya di Sini

Layani Ratusan Pembeli

Dalam sehari saat situasi normal, Mbok Yem bisa melayani sekitar 200 pendaki. Makanan yang dijual di warung Mbok Yem cukup terjangkau.

Mbok Yem tidak sendiri mengelola warung tersebut. Dia dibantu kerabatnya mengelola warung tersebut, salah satunya Parmi (66). Parmi bisa sampai tiga kali naik turun Gunung Lawu dalam sepekan untuk menyediakan logistik khusus warung Mbok Yem.

Dia bisa membawa sekitar 45 kilogram barang dagangan dalam sekali angkut. Dia mengemas barang berupa beras, minyak goreng, dan sejumlah sembako lain dalam karung untuk diangkut ke warung Mbok Yem.

Parmi membutuhkan waktu sekitar enam jam dari pos pendakian Cemoro Sewu untuk mencapai warung Mbok Yem di dekat Puncak Hargo Dumilah. Dia telah melakoni pekerjaan sebagai pengangkut logistik sejak warung Mbok Yem berdiri pada 1995 silam. Selama menjalani pekerjaan tersebut, dia tidak pernah mengalami kendala yang berarti.

Berusia 31 Tahun

Menguti berbagai sumber, warung Mbok Yem di puncak Lawu telah berdiri sejak tahun 1980 silam. Formatnya pun cukup sederhana, berdinding kayu tanpa hiasan cat atau dinding formal.

Matahari jadi Sumber Listrik

Warung tertinggi di Pulau Jawa itu menangkap panas matahari menjadi listrik. Jadi, warung sederhana di kawasan Argo Dalem itu punya televisi, kulkas, penanak nasi, dan lampu yang menerangi saat gelap menyergap.

Mbok Yem Turun Gunung Setahun Sekali

Mbok Yem hanya turun gunung dari warung di puncak Lawu menuju ke rumahnya di Magetan, Jawa Timur, ketika Idul fitri atau saat ada keluarga menggelar acara hajatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini