Astaga! Paman di Sragen Berulang Kali Perkosa Keponakan Sejak SD, Korban Kini Hamil 4 Bulan

Agregasi Solopos, · Jum'at 04 Juni 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 512 2420296 astaga-paman-di-sragen-berulang-kali-perkosa-keponakan-sejak-sd-korban-kini-hamil-4-bulan-3cLrs1oq5r.jpeg Kasus pemerkosaan di Sragen. (Foto: Solopos)

SRAGEN - SP (40), warga di Kecamatan Kota Sragen, Sragen, tega memperkosa R (16), keponakannya sendiri sejak SD dan kini korban hamil. Pelaku telah ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskim) Polres Sragen, 

Ironisnya, aksi bejat SP itu sudah dilakukan sejak R masih duduk di bangku kelas VI SD. Beragam cara dilakukan SP untuk menyetubuhi keponakannya sendiri sejak masih duduk di bangku SD.

Pada awalnya, SP memaksa menyetubuhi keponakannya itu dengan cara membekap mulut korban hingga tak bisa berteriak. Tubuh R yang mungil tidak kuasa melawan kekuatan SP yang dibakar nafsu birahi.

Baca juga: Usai Operasi, Korban Pemerkosaan Anak Anggota DPRD Bekasi Masih Terbaring Lemah

Kali pertama aksi pencabulan itu dilakukan SP di hadapan anaknya sendiri, I yang sebaya dengan korban. Terakhir, aksi tidak terpuji itu dilakukan SP pada Desember 2020 hingga akhirnya R dinyatakan hamil.

“Berdasar pengakuan tersangka dan korban, aksi pencabulan itu dilakukan lima kali. Lokasinya berbeda-beda yakni di rumah tersangka hingga di tengah sawah. Tersangka memang sudah lama ditinggal istri bekerja sebagai TKW sehingga ia melampiaskan kebutuhan biologisnya dengan menyetubuhi keponakannya sendiri,” ujar Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen, Iptu Ari Pujiantoro, saat ditemui wartawan di Mapolres Sragen, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Pelaku Perampokan & Pemerkosaan Anak di Bawah Umur Sudah 5 Kali Beraksi

Malang bagi R, ia belum sadar bila sudah berbadan dua. Merasa ada perubahan pada tubuhnya yang diikuti rasa sakit pada perut, R kemudian melapor kepada neneknya, P (54).

Oleh neneknya, R sempat dibawa ke klinik dokter umum. Setelah diperiksa ke dokter umum dan meminum obat dari dokter, sakit di perut R tak kunjung sembuh.

R kemudian dibawa ke bidan tak jauh dari rumahnya. Oleh bidan, R disarankan mengikuti tes kehamilan. Betapa terkejut neneknya, hasil tes itu menunjukkan bila R telah hamil empat bulan. Kepada neneknya, R akhirnya buka suara. Ia mengaku telah berkali-kali disetubuhi oleh pamannya sendiri, SP. 

“Keluarga besar kemudian menggelar pertemuan. Merasa tidak terima dengan aksi bejat SP, keluarga kemudian melaporkan dia ke polisi,” ujar Iptu Ari Pujiantoro.

Saat diperiksa polisi, SP mengaku kali pertama menyetubuhi keponakannya itu sejak 2015 atau sejak korban masih SD. Terakhir, aksi persetubuhan itu dilakukan sepulang dari mencari rumput pada Desember 2020.

“Sudah sembilan tahun istri saya bekerja di luar negeri. Kebetulan dia (R) suka main ke rumah saya. Dia berteman dengan anak saya,” ujar SP dengan tangan terborgol.

Saat ini, kasus pencabulan yang berujung kehamilan pada diri R itu masih ditangani Unit PPA Polres Sragen. SP sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini