3 Kali Gagal Naik Haji, Warga Majalengka : Mudah-Mudahan Panjang Umur, Tahun Depan Berangkat

Inin Nastain, Koran SI · Jum'at 04 Juni 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 525 2420027 3-kali-gagal-naik-haji-warga-majalengka-mudah-mudahan-panjang-umur-tahun-depan-berangkat-oHQSOOaBd3.jpg Lilis Mukhlisoh, warga Majalengka, 3 kali gagal berangkat haji. (Foto : MNC Portal Indonesia/Inin Nastain)

MAJALENGKA - Impian Lilis Mukhlisoh, warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini kembali harus tertunda. Kebijakan pemerintah yang membatalkan keberangkatan calon jamaah haji memaksa Lilis menahan rindu untuk bisa ziarah ke makam Rasululllah SAW. Ini merupakan ketiga kalinya Lilis gagal berangkat ke Tanah Suci.

Kegagalan Lilis untuk beribadah di Tanah Suci tahun ini menambah waktu penantiannya sejak 2012. Daftar pada 2012, Lilis dijadwalkan berangkat pada 2019 bersama sang suami, Yusuf Hasan. Namun, nasib berkata lain.

Pada Februari 2019, Lilis mengalami kecelakaan karena ditabrak orang tidak dikenal. Akibatnya, dia harus bergelut dengan medis dan terapi setelah kakinya mengalami luka yang cukup serius.

“Bulan Maret operasi. Satu pekan sebelum jamaah calon haji berangkat, operasi lagi. Akhirnya ditunda. Yang berangkat hanya suami. Padahal jadwalnya kami berangkat berdua,” kata Lilis di kediamannya, saat berbincang dengan MPI, Jumat (4/6/2021).

Berkat keuletannya berobat, luka di bagian kaki Lilis berangsur membaik. Meskipun tidak bisa kembali seperti sebelum kecelakaan, kondisinya kini jauh membaik.

Harapan Lilis untuk bisa segera menunaikan ibadah haji pun, semakin besar. Bagi dia, tidak jadi masalah meskipun nantinya berangkat tanpa suami tercinta.

“Bismillah, 2020 bisa berangkat. Kondisi semakin membaik. Semua syarat sudah terpenuhi, karena pada dasarnya saya jadwal berangkat itu 2019 kan. Ternyata tidak ada (pemberangkatan), karena Pandemi Covid 19,” jelas Lilis lirih.

Baca Juga : Haji 2021 Batal, Pengusaha Travel Khawatirkan Dana yang Disetor ke Kemenag

Meskipun kembali gagal untuk yang kedua kalinya, Lilis mencoba untuk tetap bersabar. Dukungan dari sang suami, membuat kekecewaan Lilis bisa terobati. Masih ada tahun 2021, yang diharapkan jadi waktu bisa mewujudkan impiannya, menyusul suaminya yang lebih dulu berangkat ibadah haji.

Namun apa daya, kondisi pada 2020 lalu masih bertahan hingga sekarang. Pemerintah, melalui Menteri Agama kembali mengumumkan pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji.

“Mau bagaimana lagi, karena kondisinya seperti ini. Mudah-mudahan sehat, panjang umur. Lillahi ta'ala. Mudah-mudahan bisa berangkat tahun depan,” katanya penuh harap.

Niat Lilis untuk melaksanakan ibadah haji cukup besar. Bahkan, saat diberi pilihan apakah akan ditarik kembali uang yang sudah disetorkan, Lilis memilih tetap menyimpannya.

“Enggak. Saya bilang enggak mau diambil. Biarin saja. Saya sudah niatkan untuk (berangkat) Haji. Kalau tidak ada umur, nanti bisa diganti ahli waris,” tuturnya.

Keteguhan Lilis untuk tetap menanti bisa berangkat ibadah haji, meskipun tanpa ada kejelasan kapan, tidak terlepas dari peran sang suami. Selama ini, sejak 2019 istrinya mengalami kecelakaan, Yusuf senantiasa memberi semangat kepada istri tercintanya itu.

“Kalau sampai tahun depan, berarti sudah 10 tahun sejak daftar. Saya bilang ‘Bismillah Mi (Mi, dalam bahasa Indonesia ‘Bu, Ibu. Panggilan suami kepada istri) mudah-mudahan bisa tahun depan.’ Kami sudah niat sepenuh hati untuk bisa ke Haromain,” tuturnya.

Yusuf mengatakan, pada 2019, sejatinya ada yang memberi masukan agar Lilis tetap berangkat bersama dirinya. Kalaupun ada masalah pada bagian kaki, itu bisa diatasi dengan menggunakan kursi roda saat berada di Tanah suci.

Baca Juga : Ini Imbauan MUI untuk Calon Jamaah Haji yang Batal Berangkat ke Tanah Suci

“Miminya (ibu mertua) enggak kasih izin, katanya ‘tahun depan aja.’ Ya sudah, kami ikuti. Ternyata, di sana saya selalu mendorong kursi roda salah satu jamaah yang uzur,” katanya.

Lilis tentu bukan satu-satunya calon jamaah haji yang kembali harus bersabar untuk bisa menunaikan rukun Islam tersebut. Di Kabupaten Majalengka sendiri, ada 1.150 orang yang sebelumnya siap diberangkatkan ke Tanah Suci, kembali harus menanti tahun depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini