Penusuk Anggota Satlantas Polrestabes Palembang Ngaku Teroris

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 04 Juni 2021 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 610 2420410 penusuk-anggota-satlantas-polrestabes-palembang-ngaku-teroris-dKOZc55muN.jpg Penusuk anggota Satlantas Polrestabes Palembang saat diamankan (foto: istimewa)

PALEMBANG - Anggota Satlantas Polrestabes Palembang, Bripka Ridho, ditusuk saat sedang bertugas di Pos Polisi Sekip Ujung angkatan 66 Palembang. Kini jajaran Kepolisian masih terus mendalami motif dan latar belakang pelaku yang nekat melakukan aksi tersebut.

“Kini pelaku sudah kita amankan dan masih kita masih dalami motif dan latar belakang pelaku melakukan aksi itu,” kata Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Prof Eko Indra Heri, didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, kepada awak media, Jumat (4/6/2021).

Baca juga:  Anggota Satlantas Polrestabes Palembang Ditikam OTK saat Bertugas

Dijelaskan oleh orang nomor satu di Polda Sumsel itu, sampai saat ini anggotanya sudah normal dan berangsur membaik.

“Alhamdullilah, ketika saya kunjungi, kondisi korban sadar dan lukanya juga sudah berangsur membaik setelah ditanganis tim medis. Meski harus menjalani pengobatan intensif, korban harus tetap dirawat karena mengalami pergulatan, hingga berakhir penusukan dibagian leher dan tangan,” sambungnya.

Dan saat disinggung jejak pelaku yang pernah dipenjara dalam kasus yang sama (teroris-red) pada tahun 2013 silam di Jakarta, Kapolda Sumsel masih butuh waktu untuk menyelidiki lebih jauh.

“Informasi tersebut masih kita dalami. Meskipun pengakuan pelaku sebagai teroris, namun kami tidak semata merta mempercayai. Kami harus menindaklanjuti informasi dari luar, sekecil apapun itu,” tegasnya.

Diungkapkan Kapolda, pelaku terduga teroris bernama M Ikhsan alias Umar Khalid (34), diamankan anggota Jatanras Polda Sumsel, karena menyerang anggota Polisi yang bertugas di Pos Polisi Sekip Ujung.

“Selain itu kita juga sudah amankan tiga bilah senjata tajam jenis pisau milik pelaku yang digunakan untuk menyerang korban,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini