KUDUS – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dinyatakan masuk zona merah penyebaran Covid-19 baru-pasca-lebaran 2021. Kudus juga mengalami lonjakan kasus aktif virus corona lebih dari 30 kali lipat dalam sepekan.
(Baca juga: Saat Ziarah Kubur dan Tradisi 'Kupatan' Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19)
Penyebab naiknya kasus ini adalah kerumunan pada aktivitas ziarah kubur dan tradisi 'kupatan' yang berlangsung tujuh hari setelah lebaran. Pemerintah pun langsung bergerak cepat dan mengeluarkan sejumlah kebijakan.
Seperti yang dilakukan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito. Ketiga pejabat tinggi negara ini melaksanakan kunjungan kerja dan rapat terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6/2021).
(Baca juga: Gagas Wawasan Nusantara, Mochtar Kusumaatmadja Catatkan Tinta Emas)
Panglima TNI langsung memimpin rapat terbatas dengan Pemerintah Daerah yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Kudus HM Hartopo.
"Pak Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus memiliki tanggung jawab karena saat ini 60 desa yang menjadi zona merah, agar menjadi hijau kembali, Tentunya harus memiliki sistem yang baik. Dandim dan Kapolres serta jajarannya harus membantu Bupati, agar terbentuk sistem yang baik dalam penanganan Covid-19 di kudus," tegas Panglima.
Jenderal bintang empat ini juga menyampaikan bahwa di kabupaten lain di Jawa Tengah telah melakukan strategi penebalan satgas PPKM Mikro serta meningkatkan fungsi Posko yang ada di PPKM Mikro tersebut.
Dia menambahkan, dengan adanya Kepala dinas kesehatan dan Plt Ka Dinkes Kabupaten Kudus yang terkonfirmasi Positif Covid-19 menunjukan bahwa kesadaran masyarakat harus lebih ditingkatkan agar Covid-19 tidak semakin menyebar dan menyebabkan tenaga kesehatan harus bekerja lebih ekstra.
"Setiap desa harus ada satu Posko PPKM Mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau. Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif," tutup Panglima TNI.
Panglima TNI dan Kapolri juga meminta kepada semua pihak tak hanya TNI dan Polri, agar lebih intensif dalam penanganan Covid-19 di Kudus saat ini, termasuk para tokoh masyarakat setempat juga untuk aktif membangun kesadaran disiplin protokol kesehatan bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, S.E., Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K, Forkopimda Kabupaten Kudus serta para Pejabat Utama TNI dan Polri.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.