Wonogiri Waspadai Potensi Gempa dan Tsunami 29 Meter di Pantai Selatan Jatim

Agregasi Solopos, · Minggu 06 Juni 2021 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 519 2420833 wonogiri-waspadai-potensi-gempa-dan-tsunami-29-meter-di-pantai-selatan-jatim-xjyJFOgPaC.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

WONOGIRI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi tsunami hingga 29 meter akibat gempa di wilayah pantai selatan Jawa Timur, termasuk Kabupaten Wonogiri.

Masyarakat Wonogiri diharapkan meningkatkan kewaspadaan atas potensi tsunami tersebut. Seperti diketahui, Wonogiri merupakan daerah di Jawa Tengah yang wilayah selatannya berbatasan langsung dengan laut.

Selain itu, Wonogiri berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Timur yakni Kabupaten Pacitan sehingga diperkirakan terdampak potensi tsunami ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan warga Wonogiri, khususnya di daerah pesisir selatan, perlu meningkatkan kewaspadaan seiring adanya peringatan potensi gempa dan tsunami dari BMKG di selatan pantai Jatim.

"Berdampak signifikan atau tidaknya tergantung titik pusat gempa itu. Kalau titik gempa berada di perbatasan wilayah bisa fatal. Maka kesiapsiagaan warga harus ditingkatkan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (5/6/2021).

Menurut Bambang, yang harus diwaspadai dan dicermati tidak hanya potensi Tsunami, namun juga dampak gempa yang ditimbulkan.

Baca Juga : 5 Gempa Paling Dahsyat dan Mematikan di Dunia, Korban Terbanyak di Aceh

Peta Rawan Tsunami

Di Wonogiri jarak antarpermukiman relatif lebih jauh sehingga yang menjadi perhatian tidak hanya permukiman, tapi juga termasuk nelayan, petani di sekitar pantai, dan pedagang di pesisir.

Selain mengingatkan potensi tsunami pantai selatan Jawa Timur dan dampaknya di Wonogiri, pada Kamis (3/6/2021) lalu, tim dari Stasiun BMKG Semarang berkunjung ke Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri. Mereka memberikan peta rawan tsunami level kecamatan yang dibuat BMKG. Peta itu menjelaskan risiko ketinggian air, arah tsunami, dan lain sebagainya.

Selain itu, rombongan memperkenalkan aplikasi Sirens For Rapid Information On Tsunami Alert (Sirita). Ini adalah aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh melalui Playstore sebagai sarana peringatan dini tsunami yang bisa diterapkan di Wonogiri.

"Tindak lanjutnya kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengunduh aplikasi itu. Itu untuk mengakses Tsunami. Dengan adanya peringatan dini, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan," ungkap dia.

Tim dari Stasiun BMKG Semarang juga memberikan buku histori bencana mulai 1800-an hingga 2019. Buku itu dapat dijadikan acuan atau pengalaman.

Misalnya, pada periode tertentu di suatu titik atau lokasi pernah terjadi gempa sehingga bisa digunakan untuk evaluasi. Dengan demikian, warga Wonogiri siap jika potensi tsunami yang diramal BMKG benar-benar terjadi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini