Covid-19 di Kudus Melonjak, Panglima TNI dan Kapolri Turun Tangan

Taufik Budi, Okezone · Senin 07 Juni 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 512 2421088 covid-19-di-kudus-melonjak-panglima-tni-dan-kapolri-turun-tangan-57202TvM8P.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. (Ist)

KUDUS – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus Jawa Tengah masih belum terkendali. Hingga kini tercatat 659 orang meninggal dunia akibat terpapar virus tersebut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BNPB Ganip Warsito meninjau Kabupaten Kudus yang terkonfirmasi Covid-19 paling tinggi di Jawa Tengah, Minggu (6/6/2021).

Kapolri mengaku sangat prihatin dengan meningkatnya Covid-19 di Kabupaten Kudus. Dia meminta semua pihak termasuk TNI dan Polri agar lebih intensif dalam penanganan Covid-19.

Dari data yang diterima, Sigit mengungkapkan kasus terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 7.975 orang, sedangkan sembuh 5.918 orang, dan meninggal dunia 659 orang. Hal ini menjadi perhatian khusus dirinya bersama Panglima dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Kudus.

"Hal ini memang menjadi perhatian kami, dengan adanya ketersediaan tempat tidur di 7 rumah sakit di Kabupaten Kudus yang semakin menipis dari 393 tempat tidur isolasi sudah terisi 359 tempat tidur (91%). Sementara ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur sudah terisi 38 tempat tidur (92%)," jelas Mantan Kapolda Banten ini.

Menurut Sigit dengan kondisi tersebut membuat Kabupaten Kudus dalam kondisi kurang baik apalagi jika terjadi penambahan kasus aktif di wilayah sekitarnya. Untuk itu dia meminta semua intansi baik TNI/Polri, bersama-sama menangani Covid-19.

“Masalah Covid-19 merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah, TNI ataupun Polri saja. Tetapi hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memutus mata rantai Covid-19, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, oleh karena itu kita semua harus bergerak bersama," terangnya.

Dikatakan Sigit, saat ini pemerintah, TNI dan Polri membutuhkan peran serta masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Mantan Kabareskrim Polri ini menambahkan, Polri bersama dengan TNI telah menyiapkan 8 Water Cannon untuk dilakukan penyemprotan massal di semua tempat di Kabupaten Kudus.

“Water Cannon ini akan berjalan 3 hari sekali di Kabupaten Kudus untuk melakukan penyemprotan desinfektan. Dengan cara pola berjalan sesuai dengan arah, pertama untuk menyehatkan situasi, kedua memberikan wawasan kepada masyarakat, ketiga PPKM Mikro harus lebih maksimal dalam penangan Covid-19 di Kudus ini, jika masih kurang kita akan tambah lagi Water Cannon,” ungkap dia.

Kapolri juga menyampaikan, telah memerintah Kapolda Jawa Tengah untuk lebih fokus menangani enam desa yang terpapar Covid 19 untuk menerjukan satu SSK pasukan Brimob menjaga desa tersebut. Sehingga, tidak ada warga yang keluar selama Isolasi mandiri ini.

“Selain itu, semua pasukan baik dari Babinsa, Bahbinkamtibmas, Batalion dan Brimob serta tenaga kesehatan, semuanya kita ploting di Kabupaten Kudus ini. Dengan harapan Kita ingin Kabupaten Kudus kembali ke semula. Target kita Covid harus hilang dari Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diwakili Sekda Provinsi Jateng, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pandam IV Kodam Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, pejabat utama Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini