Jatim Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Ingatkan Pentingnya Tata Ruang

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 09 Juni 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 519 2422190 jatim-rawan-gempa-dan-tsunami-bmkg-ingatkan-pentingnya-tata-ruang-8Cl23ZWMTR.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

MALANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tata ruang dan pendirian bangunan di daerah rawan gempa tsunami, harus diperhatikan. Hal ini mengantisipasi adanya kerugian materiil dan jiwa yang lebih banyak saat potensi tsunami muncul saat gempa berkekuatan besar.

Kepala bidang (Kabid) Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, peta mitigasi tsunami, termasuk berkaitan ketinggiannya yang dibuat BMKG diharapkan mampu menjadi pijakan pemerintah dan masyarakat, untuk membangun sejumlah infrastruktur di daerah rawan gempa dan tsunami.

"Kita hanya memfasilitasi sebuah skenario siapa tahu ke depan, akan ada infrastruktur yang dibangun di pantai (yang rawan tsunami), seperti Bandara Yogyakarta, misalnya. Itu dibuat dengan modelling, dibuat tingginya berapa di situ, supaya kita bisa menyiapkan bangunan yang tahan tsunami di atas itu," ucap Daryono di sela - sela memberikan edukasi sekolah lapang gempa di Desa Tambakrejo, Kabupaten Malang, pada Selasa (8/6/2021).

Daryono juga menambahkan, tata ruang pantai yang berpotensi tinggi adanya tsunami juga tidak boleh dijadikan permukiman penduduk, supaya bila suatu ketika terjadi tsunami, tidak terjadi kerugian materiil yang besar. Jangan sampai pembangunan infrastruktur di daerah rawan bencana ini tak memperhatikan unsur mitigasi bencana yang ada.

"Kemudian kalau bicara tata ruang pantai, kita kan modeling tahu, yang daerah rendamannya tinggi (terdampak tsunami), tidak layak dijadikan permukiman, tidak layak untuk fasilitas umum yang tempat berkumpulnya orang banyak," tutur dia.

Dirinya pun menegaskan masyarakat di daerah - daerah yang rawan gempa seperti di pesisir selatan Pulau Jawa, untuk membuat bangunan rumah yang kuat dan kokoh dari terpaan gempa bumi.

"Kalau ingin selamat di daerah rawan gempa ya bangun rumah yang benar - benar strukturnya kuat, ada besi tulangannya bagus, semennya berkualitas, tidak asal batako, pasir kapur, tapi yang nggak mampu survived bangun saja dari kayu dan bambu, itu akan menjadikan keselamatan," tutupnya.

Sebagai informasi gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang berpusat di Kabupaten Malang pada 10 April 2021 membuat ribuan rumah warga rusak. Dari catatan BPBD Kabupaten Malang terdapat setidaknya 10.842 unit rumah warga rusak, terdiri dari 4.490 unit rumah rusak ringan, 4.104 unit rumah rusak sedang, dan 1.888 rumah warga rusak berat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini