Kasus Covid-19 Meningkat, Ruang Isolasi 3 RSUD di Bandung Barat Penuh

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 08 Juni 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 525 2422038 kasus-covid-19-meningkat-ruang-isolasi-3-rsud-di-bandung-barat-penuh-XVCl1l1DNp.jpg RSUD Cikalongwetan (foto: Dok MNC Portal Indonesia)

BANDUNG BARAT - Keterisian ruang perawatan pasien COVID-19 di tiga RSUD milik Pemda Kabupatan Bandung Barat (KBB) saat ini penuh 100%. Kondisi itu terjadi karena melonjaknya temuan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir di beberapa kecamatan.

Data Dinas Kesehatan, KBB, menunjukkan angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat kemanfaatan tempat tidur rumah sakit bagi pasien COVID-19 sudah penuh. Seperti di RSUD Lembang 15 tempat tidur, RSUD Cililin 24, dan RSUD Cikalongwetan ada 15 tempat tidur.

"Saat ini kondisi keterisian tempat tidur bagi pasien COVID-19 di tiga RSUD itu sudah penuh," terang Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinkes KBB, Wishnu Pramulo Ady, Selasa (7/6/2021).

Baca juga:   38 Santri Ponpes Milik Guru Ngaji Jokowi di Solo Positif Covid-19

Disebutkannya, untuk di RSUD Lembang semua 15 itu adalah tempat tidur, sementara di RSUD Cililin dari 24 tempat tidur 2 bad di antaranya dipakai ruang ICU. Sedangkan di RSUD Cikalongwetan dari 15 bad yang ada, sebanyak 13 bad dan 2 bad sisinya adalah ruang ICU.

Sebenarnya di KBB ada juga rumah sakit swasta yang menyediakan ruang rawat bagi pasien COVID-19. Yakni RS Karisma Cimareme dan RS Cahaya Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan. Namun keterisian dan bad yang kosong di dua rumah sakit itu tidak secara intens dilaporkan ke Dinkes.

Baca juga:  Posting Pasien Covid-19 Asyik Berjoget, Gubernur Jateng: Lekas Sehat Ya...

Wishnu menilai penuhnya ruang isolasi di KBB diduga disebabkan banyaknya warga terpapar COVID-19 karena abai protokol kesehatan saat libur Lebaran 2021. Seperti kemunculan kasus di Cibogo Lembang dan salah satu pusat perbelanjaan di Padalarang

"Mungkin saat libur Lebaran kemarin, mobilitas tinggi jadi ada kunjungan silaturahmi ke kerabat. Faktor lainnya akibat adanya pendatang luar daerah," sebutnya.

Sebagai antisipasi, lanjut dia, Dinas Kesehatan mengambil langkah darurat dengan cara menambah ruang rawat pasien COVID-19 dengan menggeser dari ruang rawat pasien umum. Rencananya di RSUD Cililin dari 24 jadi 30 tempat tidur, RSUD Lembang dari 14 jadi 20, dan RSUD Cikalongwetan dari 15 jadi 30 tempat tidur.

"Rencana itu antisipasi kondisi darurat karena khawatir pasien terus bertambah. Makanya disesuaikan dengan kondisi di lapangan," tandasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini