Raker Komisi IV DPR, Mentan: Realisasi Produksi Pangan Meningkat

Agustina Wulandari , Okezone · Rabu 09 Juni 2021 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 1 2422732 raker-komisi-iv-dpr-mentan-realisasi-produksi-pangan-meningkat-yshhOwjId0.jpeg Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementerian Pertanian)

JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyebutkan anggaran Kementerian Pertanian selama ini telah termanfaatkan dengan baik. Menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Mentan SYL ungkap bahwa realisasi produksi sejumlah komoditas pangan utama pada 2020 mengalami peningkatan, bahkan melampaui target.

“Capaian produksi padi pada 2020 mencapai 54,65 juta ton, lebih tinggi 0,09 persen dari produksi pada 2019,” ujarnya di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (09/06/2021).

Beberapa produksi komoditas pangan lainnya seperti jagung, bawang merah, cabai, dan daging sapi/kerbau realisasinya pun melampaui target. Produksi jagung 23,09 juta ton atau 101 persen, produksi bawang merah 1,81 juta ton atau 113 persen, produksi cabai 2,77 juta ton atau 105 persen, dan produksi daging sapi/kerbau mencapai 0,54 juta ton atau 132 persen.

Mentan SYL juga menyebutkan program akselerasi ekspor yang dilaksanakan selama Tahun Anggaran 2020 hingga sekarang, telah berdampak positif terhadap peningkatan nilai ekspor pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor produk pertanian selama Januari – Desember 2020 Rp451,8 triliun, meningkat 15,79 persen dibandingkan 2019 senilai Rp390,2 triliun.

“Sementara pada periode Januari – April 2021, ekspor pertanian mencapai Rp189,09 triliun, tumbuh 34,97 persen dibanding periode yang sama,” tuturnya.

Seiring dengan meningkatnya kinerja produksi dan ekspor pangan, Mentan SYL menyebutkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional pun turut meningkat, bahkan saat pandemi Covid-19.

“Selama 2020, hampir seluruh sektor ekonomi Indonesia tumbuh negatif, sebaliknya sektor pertanian mampu tumbuh positif,” ujarnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pertanian, Kementan Optimasi Lahan Rawa di Musi Rawas Utara

Merujuk data BPS, ia menyebutkan pada Triwulan II 2020, PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (q-t-q). Pada triwulan III dan IV, PDB pertanian juga tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 2,59 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Pertanian mampu menjadi penyelamat perburukan resesi ekonomi nasional,” katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya tetap merancang anggaran tahun depan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Untuk 2022, ia menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami akan tetap fokus untuk menyediakan pangan utama bagi 273 penduduk Indonesia,” ucapnya. 

Dalam mewujudkan upaya tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah program, yaitu menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas, pengembangan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok dan logistik pangan, penguatan food estate dan korporasi petani, serta pengembangan smart farming dan digitalisasi pertanian.

Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian 2022, Kementan mendapatkan Pagu Indikatif Rp14,51 triliun. Dengan anggaran tersebut, Kementan menetapkan target produksi komoditas utama, yaitu padi sebesar 55,20 juta ton, jagung 20,1 juta ton, kedelai 0,3 juta ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, gula 2,3 juta ton, dan daging sapi 0,44 juta ton.

Untuk mengamankan produksi pangan, Kementan akan melaksanakan mitigasi untuk mengantisipasi musim kering. Salah satu langkah stratetgis yang dilakukan adalah mengiventarisasi daerah rawan kekeringan dan pengawalan, serta monitoring pertanaman pada daerah potensi kekeringan.

Koordinasi dengan daerah pun diintensifkan untuk memitigasi dampak resiko. Mentan SYL juga akan meminta jajarannya melakukan diseminasi informasi prakiraan iklim, serta mengadvokasi pemanfaatan sumber-sumber air seperti embung, bendungan, waduk, serta mendorong petani untuk memanfaatkan asuransi dan bantuan sarana produksi.

“Kami akan melakukan percepatan tanam. Di mana ada air, kami akan melakukan akselerasi di sana,” ucapnya.

Selaras dengan upaya penyediaan pangan, Kementan juga terus melakukan akselerasi ekspor pertanian. “Kita akan menjalankan program untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor pertanian,” ujarnya.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini