Pecatan Polisi Nekat Ngejambret, Hasilnya untuk Foya-Foya

Antara, · Kamis 10 Juni 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 340 2423073 pecatan-polisi-nekat-ngejambret-hasilnya-untuk-foya-foya-W9X3slZ4BN.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

KUPANG - Pecatan anggota polisi yang dulu tergabung di Polda NTT berinisial HSR (29) di tangkap anggota Buser Polres Kupang Kota, terkait kasus penjambretan telepon genggam atau gawai di sejumlah tempat di Kupang yang selama ini meresahkan warga.

"Pelaku sebelumnya adalah mantan polisi, tetapi kemudian dipecat tidak dengar hormat karena tersandung kasus narkotika, serta dalam kasus disersi," kata Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna B, kepada wartawan, di Kupang, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Modus Tanya Alamat, 4 Pemuda Gasak HP Kakek di Koja

HRS sebelumnya adalah anggota Polairud Baharkam Kepolisian Indonesia dan berpangkat bhayangkara polisi satu ditangkap pada Selasa 8 Juni 2021 lalu pada pukul 02.00 wita waktu setempat. Putusan persidangan berupa pemberhentian tidak dengan hormat sudah dikeluarkan sejak 24 Maret 2021 lalu.

"Sebelumnya Anggota Buser terlebih dahulu mengamankan seorang warga yang diduga sebagai penadah barang hasil jambret pelaku. Dari penangkapan itu, Tim gabungan melakukan pengembangan dan berhasil mengidentifikasi identitas pelaku serta keberadaannya di Kupang," jelasnya.

Baca juga: Sasar Ibu-Ibu, Pelaku Jambret Ditangkap di Jagakarsa

Selanjutnya tim gabungan memburu dan berhasil menangkap HSR di rumah A (27) yang merupakan pacarnya dan dia langsung di bawah ke Markas Polres Kupang Kota tanpa perlawanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah mencuri gawai orang di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, tepatnya di belakang gedung keuangan negara Kupang.

"Selain sejumlah lokasi ini, masih ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran pelaku. Pihak Polres Kupang Kota maupun Polres jajaran juga banyak menerima laporan kasus jambret yang diduga kuat melibatkan pelaku", katanya.

HSR juga mengakui pasca menjambret handphone milik korban, ia langsung menjual ke beberapa rekannya. Hasil penjualan digunakan untuk berpesta minuman keras dan foya-foya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini