Kabupaten Pati Zona Merah, Perhari Belasan Jenazah Covid-19 Dimakamkan

Agregasi KR Jogja, · Kamis 10 Juni 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 512 2423143 kabupaten-pati-zona-merah-perhari-belasan-jenazah-covid-19-dimakamkan-1kRXrOBiaL.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

PATI - Merebaknya Covid-19 membuat kondisi Pati, Jawa Tengah semakin mengkhawatirkan. Pada tiga hari terakhir, jumlah pemakaman dengan protokol Covid-19, mencapai belasan jenazah per harinya.

Tingginya kasus Covid-19 di Pati menjadi salahvsatu dari lima daerah di Jawa Tengah yang menjadi sorotan pemerintah pusat. Daerah lain yang menjadi pantauan adalah Kudus, Blora, Grobogan dan Kabupaten Pekalongan.

Baca juga: Target Penanganan Covid-19 Dilihat Bed Occupancy Rate

Selain itu, Pati juga masuk 8 daerah di Jawa Tengah yang dalam kondisi zona merah atau mempunyai tingkat risiko penularan virus corona yang tinggi. Zona merah terdiri Kudus, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes, dan Tegal.

Untuk menekan pandemi Covid19, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan Setda Pati dites swab massal, pada Rabu 9 Juni 2021. Dari kegiatan tersebut, ditemukan 13 ASN yang positif Covid-19.

“Mereka yang positif ini memiliki rumah di luar Pati. Setiap harinya pulang pergi (lajo). Sehingga resiko penularan virus corona cukup tinggi,” kata Bupati Pati, H Haryanto.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bogor Sisa 1 Orang

“Hasil tes swab massal, juga didapatkan enam orang yang positif dengan status tanpa gejala atau OTG. Mereka diwajibkan melakukan karantina mandiri,” kata Haryanto selaku ketua Satgas penanggulangan Covid-19.

Dijelaskan, sebelum akhir Mei dan awal bulan Juni, kasus Covid-19 di Pati berkisar 20 hingga 80-an. Namun, setelah libur lebaran kasus Covid-19 di Pati mengalami peningkatan hingga mendekati 200 kasus.

Kasus positif Covid-19 aktif yang dirawat berjumlah 175 warga asli Pati, 121 kasus suspek dirawat, 66 masih konfirmasi, dan 444 warga Pati meninggal positif Covid-19.

“Belum pernah kita menjumpai Covid-19 di Pati setinggi di bulan Mei dan Juni ini. Ada 175 warga Pati yang dirawat, dan Luar daerah ada 73. Pasien luar daerah berasal dari Kudus, Grobogan dan lainnya,” kata Haryanto.

Sementara itu, untuk mencegah persebaran virus coroa yang lebih luas, jajaran Sabhara Polres Pati melakukan penyemprotan di sepanjang jalan kota dengan menggunakan mobil water cannon.

“Penyemprotan bekerja sama dengan Konggregasi SFD Pati. Disinfektan yang digunakan tidak yang berbahan dasar kimia, melainkan dari eko enzyme yang terbuat dari sari kulit buah,” kata Kasat Sabhara Polres Pati, AKP D Paradhi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini