Jason Tjakrawinata Didakwa Aniaya Perawat RS Siloam

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 10 Juni 2021 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 610 2423331 jason-tjakrawinata-didakwa-aniaya-perawat-rs-siloam-J33MXW3T19.jpg Jason Tjakrawinata (Foto: Era Neizma)

PALEMBANG - Kasus pemukulan terhadap seorang perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Kristina Ramauli (28) yang dilakukan orangtua pasien gara-gara melepaskan infus hingga viral di media sosial (medsos) mulai disidangkan.

Terdakwa Jason Tjakrawinata (38) mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Palembang dengan Ketua Majelis Hakim Eddy Cahyono SH MH, Kamis (10/6/2021) yang digelar secara virtual.

Baca Juga:  5 Fakta Kepsek Tewas Ditikam Wali Murid Akibat Belum Bayar SPP

Dalam dakwaannya, JPU Kejari Palembang Ursulla Dewi SH MH menyatakan bahwa terdakwa didakwa melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

“Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana penganiayaan," ujar JPU.

Dalam penjelasannyai jaksa menjelaskan bahwa terdakwa Jason Tjakrawinata pada hari Kamis 15 April 2021 sekira pukul 13.40 WIB bertempat di satu rumah sakit swasta di Jalan POM IX, telah melakukan pemukulan penganiayaan secara sengaja pada seorang perawat berinisial Kristina Ramauli.

Diketahui sebelumnya, peristiwa penganiayaan itu berawal saat terdakwa sedang berada di Kota Kayu Agung, kemudian ditelepon oleh istrinya yakni saksi Melisa. Dalam telepon itu memberitahu bahwa anak terdakwa yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, mengalami luka di tangan setelah infusnya dicabut.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Bang Jago yang Viral Aniaya Pengendara Mobil di Bandung

Mendengarkan kabar itu membuat terdakwa langsung berangkat ke Palembang, sudah tiba di rumah sakit merasa tidak terima melihat tangan anaknya mengeluarkan darah. Terdakwa lalu marah hingga melakukan pemukulan pada suster Kristina Ramauli yang terekam kamera dan tersebar luas di media sosial (medsos) dna banyak mendapat kecaman dari netizen. Hingga akhirnya terdakwa ditangkap polisi dan kasusnya bergulir hingga saat ini.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini