Duh! Ratusan Pengendara di Jembatan Suramadu Positif Covid-19

Aan haryono, Koran SI · Jum'at 11 Juni 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 519 2423714 duh-ratusan-pengendara-di-jembatan-suramadu-positif-covid-19-Bl0GyHUM9y.jpg Foto: MNC Portal

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya terus menekan penularan Covid-19 dengan ketat. Pasalnya, lonjakan kasus kembali terjadi setelah 130 pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu positif Covid-19 dari hasil swab PCR, Jumat (11/6/2021).

(Baca juga: Laporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK soal Sewa Helikopter, Ini Alasan ICW)

Satgas Covid-19 Kota Surabaya telah melakukan swab antigen kepada 15.524 pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu hingga hari ini. Jumlah tersebut, berdasarkan data kumulatif yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sejak dimulainya penyekatan pada Minggu (6/6/2021) hingga Jum'at (11/6/2021).

(Baca juga: Sembako Kena Pajak, PKS: Pemerintah Panik karena Utang Menggunung!)

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita menuturkan, hingga hari ini pihaknya sudah melakukan rapid antigen kepada 15.524 pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu. Hasilnya, dari total jumlah 15.524 pengendara, sebanyak 316 positif rapid antigen.

"Positif antigen ada 316 orang. Kemudian kita Swab PCR yang positif ada 130 orang. Nah, 130 orang ini kita evakuasi ke rumah sakit lapangan. Ada beberapa yang di rumah sakit lain juga. Tapi intinya yang 130 ini sudah keluar dari Asrama Haji," kata Feny, panggilan akrabnya.

Pihaknya mengaku sudah menyerahkan data hasil penyekatan ini ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. Data yang diserahkan ini, merupakan jumlah warga luar Surabaya yang positif berdasarkan swab PCR. Melalui data itu, nantinya bakal menjadi rujukan bagi petugas untuk melakukan tracing.

"Data penyekatan sudah ke Dinkes provinsi. Nanti yang tracing dari provinsi dan daerah asalnya. Kecuali mereka ada keluarga di Surabaya kita yang tracing," jelasnya.

Berdasarkan evaluasinya, saat ini para pengendara yang ingin masuk ke Surabaya mencoba untuk menghindari screening di Jembatan Suramadu. Caranya, mereka melintas Jembatan Suramadu saat tengah malam atau dini hari untuk menghindari petugas.

"Mereka (pengendara) mau masuk ke Surabaya jam 1 pagi karena sepi nggak ada yang lewat. Sekarang mereka datang jam 1 pagi ke atas. Padahal kita (petugas) masih di situ. Sampai jam 3 pagi (tadi) masih ramai," ungkapnya.

Masih kata Feny, pola penyekatan yang dilakukan saat ini harus diubah. Ini untuk mengantisipasi lolosnya para pengendara yang akan masuk ke Surabaya. Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak jumlah petugas di lapangan saat tengah malam hingga dini hari. "Taktiknya ini harus diubah. Jam 12 sampai 6 pagi harus lebih banyak petugas. Jam-jam itu sudah kami ketati," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini