Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta, 275 Orang Positif Covid-19

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 14 Juni 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 510 2424886 klaster-lapas-narkotika-yogyakarta-275-orang-positif-covid-19-KvkbvIQVjL.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SLEMAN - Klaster baru Covid-19 muncul di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Yogyakarta Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Hingga Senin (14/6/2021), tercatat sebayak 275 orang di lingkungan Lapas Narkotika positif Covid-19. Rinciannya 262 warga binaan dan 13 petugas Lapas positif Covid-19. Jumlah ini kemungkinan bertambah sebab masih ada tracing lanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, kasus Covid-19 di Lapas Narkotika Yogya ini berawal saat 6 Juni 2021 ada sipir (petugas) lapas yang mengeluh sakit dan anosmia (kehilangan indra penciuman). Petugas itu kemudian melakukan periksa mandiri dan hasilnya positif Covid-19. Setelah itu, tiga temannya diperiksa dan hasilnya juga positif.

“Jadi, kasus awal ada empat orang yang positif Covid-19,” kata Joko usai peresmian shelter Covid-19 UII, Senin (14/6/2021).

Ia menjelaskan, sipir tersebut sering kontak dengan warga binaan, baik mengarahkan makan, olahraga, tidur, dan sebagainya. Ternyata di antara warga binaan ada yang bergejala, seperti anosmia dan deman. Sebagai tindaklanjutnya 15 warga binaan diperiksa dan hasilnya 11 orang psoitif Covid-19. Karena polanya tidak jelas, akhirnya dilakukan swab massal di lingkungan Lapas pada Kamis (10/6/2021).

“Hasilnya 13 karyawan dan 152 warga binaan postif Covid-19, kemudian Minggu (13/6/2021) keluar lagi 110 warga binaan yang positif, totalnya menjadi 275 orang positif,” ujarnya.

Menurut Joko terjadinya penularan Covid-19 di Lapas ini karena mereka setiap hari berkerumum. Sehingga jika ada satu yang positif, tentu akan cepat menyebar Sebab meskipun masing-masing warga selnya terpisah, tapi di dalam satu blok biasanya dihuni banyak orang dan satu dengan lainnya saling berinteraksi, terutama saat jam makan siang maupun waktu berolahraga.

Baca Juga : Kemenkes Minta Warga Waspada Varian Covid-19: Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin

“Jadi risiko dari institusi yang banyak massa berkumpul risikonya tinggi,” tuturnya.

Untuk penanganannya yang positif langsung diisolasi dan yang negatif masih dikarantina. Namun, karena mereka warga binaan baik tempat isolasi maupun karantinanya tidak di luar, tetapi masih di lingkungan Lapas.

“Yang psoitif diisolasi di dua blok dan yang karantina di tiga blok. Mereka ditangani dokter dan tenaga medis Lapas serta bekerjasama dengan Puskesmas Pakem," tuturnya.

Joko menambahkan untuk mencegah meluasnya kasus penularan Covid-19, saat ini masih melakukan dengan sasaran blok warga binaan yang belum diperiksa dan penyemprotan disinfektan.

Lurah Pakembinangun, Pakem, Sleman Suranto mengatakan dengan merebaknya kasus penularan di dalam Lapas Narkotika Pakem, sudah melakukan antisipasi. Khususnya terhadap warganya yang bekerja di dalam Lapas. Dari lima warga Pakembinangun yang bekerja di dalam Lapas, ada satu yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca Juga : 25 Pedagang Terpapar Covid-19, Pasar Kelapa Dua Ditutup

"Yang positif ini bekerja di dapur dan sudah diisolasi beberapa hari. Kemungkinan seminggu lagi selesai," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini