Lewat Kampus Merdeka, Nadiem Ingin Sekat di Perguruan Tinggi Dihapus

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 15 Juni 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 65 2425581 lewat-kampus-merdeka-nadiem-ingin-sekat-di-perguruan-tinggi-dihapus-ZAjzZVmgtz.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lewat program Kampus Merdeka, pihaknya ingin memerdekakan perguruan tinggi dari berbagai sekat sehingga bisa mencapai visi SDM unggul.

Mendikbudristek Nadiem menyampaikan, Kemendikbudristek ingin memerdekakan kampus dari berbagai jenis sekat. Baik itu sekat akademik dan industri, riset dan pembelajaran, hingga sekat antarfakultas dan sekat antarprodi.

"Kita ingin menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi, gotong royong, tanpa adanya dinding," katanya saat sesi dialog dengan Presiden Jokowi pada Festival Kampus Merdeka 2021 yang disiarkan di Youtube Kemendikbud, Selasa (15/6/2021).

Menurut Nadiem, untuk menciptakan hal itu, Kemendikbudristek membuat berbagai peraturan dan insentif untuk mendorong perubahan tersebut. Seperti 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) dan memberikan insentif keuangan untuk PTN untuk memaksimalkan jumlah mahasiswa yang akan berkegiatan di luar kampus.

Misalnya jika mahasiswa ingin mendapat pembelajaran di universitas lain bahkan ke kampus luar negeri, mengerjakan projek sosial di masyarakat, menjadi relawan mengajar, kewirausahaan, magang bersertifikat, ataupun mencari pengalaman di dunia industri dan nirlaba.

Selain itu, Nadiem ingin dosen juga bisa berkegiatan di luar dari kampus. Sehingga bisa membina mahasiswanya yang juga sedang diluar kampus ataupun mencari pengalaman di industri atau universitas lain.

Dia juga berharap adanya pernikahan massal antara program studi dengan industri ataupun antar kampus lain sehingga bisa menghasilkan prodi-prodi baru di masa depan.

Baca Juga : Anggaran Penelitian Rp1.154 Triliun Dipindah ke Mendikbudristek, DPR Harap Riset Dioptimalkan

"Ini tantangannya sangat berat tetapi ini satu-satunya cara agar anak-anak kita saat lulus mendapatkan kompetensi penting di dunia yang perubahannya semakin cepat," tuturnya.

Baca Juga : Nadiem : PTM Terbatas Bukan Sekolah seperti Biasa

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini