Kisah Mahasiswi Cantik Hobi Menulis Berbuah Rupiah

Taufik Budi, Okezone · Selasa 15 Juni 2021 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 65 2425713 kisah-mahasiswi-cantik-hobi-menulis-berbuah-rupiah-HGFo33LgR7.jpg Inge Shafa Sekarningrum (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG – Menjadi novelis mungkin tak sekeren profesi lain seperti dokter atau astronot, hingga jarang sekali ditanamkan pada anak sejak dini. Jamaknya orangtua pun tak berani menantang anak-anaknya untuk menjadi penulis buku.

Namun, berbeda dengan gadis asal Semarang, Jawa Tengah yang justru menentukan pilihan menjadi novelis. Kebiasaan menulis muncul secara otodidak sejak masih belia, kelas 2 SMP. Usia saat kebanyakan anak sebayanya bermain atau joget-joget di layar ponsel.

Baca Juga:  Jokowi Harapkan Lulusan Perguruan Tinggi Miliki Kompetensi-Kompetensi Ini

Namanya Inge Shafa Sekarningrum, gadis 20 tahun yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester 2 Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang. Sudah empat judul novel karyanya kini menghiasi sejumlah etalase toko-toko buku terkenal di Tanah Air.

“Saya penulis novel. Saya nulis fiksi remaja sama yang baru-baru ini tentang dunia pekerjaan. Sudah ada empat buku, Alhamdulillah. Insya Allah nanti akan ada lagi ya baru,” tutur Inge mengawali pembicaraan, Selasa (15/6/2021).

“Benaya dan Dara (2017), Ice Break (2018), Raya (2019), dan SAMA (2021). Ini kebanyakan tentang kisah persahabatan, pertemanan, dan percintaan di SMA. Novel fiksi remaja gitu,” imbuh gadis berkerudung itu.

Baca Juga:  9 Mahasiswa ITB Sabet 5 Gelar Juara di Ajang Internasional

Alumnus SMPN 16 Semarang itu mengaku mulai suka menulis sejak masih belia. Pengalaman di sekolah dan mengamati perilaku teman-teman dituangkan dalam coretan kecil. Huruf-huruf yang dirangkai semakin banyak hingga terbentuk sekumpulan cerita.

“Saya mulai sering nulis sejak SMP. Waktu kelas 7 SMP, saya punya draf (novel), lalu oleh teman dikasih tahu tentang aplikasi. Saya juga nyoba, kenapa enggak dipublikasikan di digital dulu karena daripada terendap (karyanya),” lugasnya.

Keberuntungan Inge di mulai saat itu. Karyanya banyak mendapat respons pembaca. Tak jarang yang memberikan pujian pada kolom komentar. Sebagian di antaranya memberi masukan agar alur cerita semakin menarik.

“Terus saya publikasikan di Wattpad. Tak disangka banyak suka, komentar. Terus saya coba upload karya lain, hingga ada penerbit yang tertarik dengan karya pertama saya,” terangnya.

Kemampuan Inge menulis semakin terasah. Terlebih setelah di masuk ke komunitas penulis novel dan cerpen. Dia juga kerap menjadi pembicara untuk berbagi cerita tips dan trik menulis novel. Buku-bukunya laris di pasaran hingga cetak ulang.

“Kalau buku Benaya dan Dara itu pertama cetak, kalau Ice Break itu sudah empat kali cetak. Kalau Raya dua kali cetak,” ungkapnya seraya tersenyum tanpa menyebutkan pundi-pundi uang dari profesinya sebagai penulis novel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini