113 Tahun Perang Belasting, Gubernur Sumbar: Gugurnya Patriot Bangsa Kita Kenang Sepanjang Masa

Rus Akbar, Okezone · Rabu 16 Juni 2021 05:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 340 2425815 113-tahun-perang-belasting-gubernur-sumbar-gugurnya-patriot-bangsa-kita-kenang-sepanjang-masa-kM0k86IA0s.jpg Gubernur Sumbar Mahyeldi (Foto: Ist)

AGAM - Perang Kamang atau Perang Belasting 113 tahun yang silam merupakan peristiwa heroik dan patriotik yang telah dicatat dalam tinta emas dalam lembaran sejarah Republik Indonesia. Di mana pada waktu itu telah terjadi perlawanan rakyat yang sangat gigih dan sengit dengan senjata utamanya adalah semangat yang membara untuk menentang penjajah.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa Perang Kamang merupakan perlawanan rakyat Sumatera Barat sebagai bentuk penentangan terhadap penerapan pajak (belasting) kepada masyarakat oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Gerakan ini diawali dengan protes petani terhadap pemerintah Hindia-Belanda atas pajak tanah termasuk pajak atas hewan ternak yang dibebankan kepada mereka.

"Puncak penolakan masyarakat Sumatera Barat atas penerapan pajak tersebut, pada tanggal 15 Juni 1908, tokoh masyarakat Kamang beserta dengan seluruh lapisan masyarakat melakukan perlawanan bersenjata. Peristiwa tersebut telah mengorbankan gugurnya ratusan pejuang rakyat sebagai patriot bangsa yang akan kita kenang sepanjang masa," ujar Mahyeldi memperingati Hari Ulang Tahun Perang Kamang ke-113, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Peristiwa 16 Juni: Perang Belasting, Rakyat Sumbar Angkat Senjata Lawan Belanda

Kata Mahyeldi , perang Kamang bukanlah perlawanan lokal anak negeri Kamang semata, namun adalah perlawanan rakyat Sumatera Barat yang dimotori oleh tokoh masyarakat di Kamang. Sebab itu, para tokoh pejuang Perang Kamang sesungguhnya adalah pahlawan nasional.

Perang Kamang sejatinya adalah suatu perjuangan yang tumbuh dan dijiwai oleh semangat dan cita-cita yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

"Kita jangan sampai lupa bahwa negara ini berdiri di atas darah dan jiwa para syuhada, para pejuang dan pahlawan, di antaranya pejuang Perang Kamang yang gugur sebagai patriot bangsa. Rentang waktu membuat kita semakin jauh dari peristiwa Perang Kamang, masa telah berganti. Kini kita hidup dalam alam kemerdekaan sebagai buah dari pengorbanan para pejuang kita dulu," katanya.

Baca juga:Temui Gubernur Sumbar, Ridwan Kamil Gali Potensi Kerja Sama

Mahyeldi mengajak peringatan Perang Kamang sebagai titik balik untuk mengukur sejauh mana memaknai nilai-nilai dan semangat pejuang dan menjadikanbya sebagai modal dan motivasi untuk menata kehidupan yang lebih baik. Peristiwa Perang Kamang adalah contoh yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menjalin kebersamaan dan kesatuan segenap lapisan masyarakat terutama di Kamang Magek.

"Para pejuang Perang Kamang tidak pernah melihat apakah mereka berasal dari Kamang Hilir, Kamang Mudik atau Magek, bahkan pejuang yang berasal dari luar Kamang Magek. Mereka bersatu memperjuangkan satu cita-cita yakni harga diri sebagai bangsa. Semangat Kepahlawanan para pejuang Perang Kamang akan tetap kita kenang dan lestarikan serta kita wujudkan dalam bentuk melaksanakan tanggung jawab bersama untuk mendukung semua program pembangunan disegala sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tak dapat memberikan penghargaan atas semua pengorbanan para pejuang tersebut. Alhasil, hanya sepenggal doalah yang dapat dikirimkan sebagai bentuk ucapan terimakasih dari lubuk hati yang dalam.

"Setiap pahlawan tidak pernah meminta untuk dihargai, tidak pernah minta untuk dikenang, tetapi adalah kewajiban kita untuk menghargai dan mengenangnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini