Pembelajaran Tatap Muka di Jatim Mengacu Rekomendasi Satgas Covid-19 Tingkat Kecamatan

Karina Asta Widara , Okezone · Jum'at 18 Juni 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 1 2427306 pembelajaran-tatap-muka-di-jatim-mengacu-rekomendasi-satgas-covid-19-tingkat-kecamatan-BOVe6ClbgA.jpg fOTO: Dok BNPB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta bupati dan wali kota se-Jatim menghitung kembali kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya dibuka lagi 5 Juli 2021. Ini menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Orang nomor satu di Jatim itu menyatakan, hingga saat ini belum ada surat edaran terbaru terkait PTM dari pemerintah pusat. Sehingga, untuk PTM tetap mengacu pada surat edaran dari surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag).

 “SKB 4 Menteri itu sudah kami ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Gubernur dimana basisnya ada di setiap Kecamatan. Jadi komunikasinya nanti dengan Satgas per kecamatan,” kata Khofifah.

Terkait dengan Bangkalan, Khofifah menyatakan, di kabupaten tersebut ada empat kecamatan yang masuk kategori merah yaitu Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis Kecamatan Kota dan Kecamatan Burneh. “Zonasi ini bukan kita yang bikin mau diberi warna apa, namun hitung-hitungannya dari 14 indikator by system akan berubah sendiri menjadi warna apa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menambahkan, menjelang pelaksanaan PTM pada awal bulan depan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus Covid-19 yang ada di daerah. Terutama di Bangkalan.

“Kami terus melakukan persiapan-persiapan. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap akan memperhatikan perkembangan kasus yang ada,” katanya. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini