Tampil Lebih Kurus, Kim Jong-un Akui Korut Alami Kesulitan Pangan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 18 Juni 2021 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 18 2427071 tampil-lebih-kurus-kim-jong-un-akui-korut-alami-kesulitan-pangan-sY4AC7AeGP.JPG Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un membuka pertemuan Partai Pekerja Korea Utara di Pyongyang, 16 Juni 2021. (Foto: Reuters)

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memperingatkan bahwa negaranya sedang berjuang untuk mempertahankan pasokan makanan karena harga barang kebutuhan sehari-hari meroket. 

Dalam beberapa pekan terakhir, para pakar telah memperingatkan bahwa bahan pangan di Korea Utara semakin menipis, dan sekarang, Kim akhirnya mengakui bahwa situasi pangan di negaranya "mulai sulit".

BACA JUGA: Tampak Lebih Kurus, Spekulasi Tentang Kesehatan Kim Jong-un Merebak

Kantor berita resmi KCNA melaporkan bahwa Kim berbicara mengenai kekurangan pangan itu dalam pertemuan partai berkuasa di Pyongyang pada Selasa (15/6/2021). Dia mengatakan bahwa krisis ini disebabkan oleh kekurangan gandum akibat terjangan topan tahun lalu.

Jarang bagi Kim untuk mengakui masalah apa pun di Korea Utara.

Kim, yang diperkirakan berusia 37 tahun, telah kehilangan banyak berat badan selama setahun terakhir yang memicu spekulasi tentang masalah kesehatan yang menyebabkan penurunan berat badannya yang 'signifikan', demikian diwartakan Mirror

Tetapi para ahli tidak percaya kekurangan makanan akan menyebabkan kelaparan di seluruh negeri, The Washington Post melaporkan.

Awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB disarankan untuk mempertimbangkan mencabut sanksi terhadap Korea Utara karena kondisi kekurangan pangan yang berpotensi terjadi di negara itu.

BACA JUGA: Korut Akan Kirim Orang Bercelana Jeans Ketat ke Kamp Kerja Paksa

Tomás Ojea Quintana, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Korea Utara, mengatakan pandemi telah menyebabkan Korea Utara "kesulitan ekonomi yang drastis" dan perdagangan negara itu dengan China turun 90% pada bulan Maret dan April.

Institut Pengembangan Korea, sebuah think tank yang dikelola pemerintah yang berbasis di Seoul, mengatakan negara itu diperkirakan akan kekurangan 1,35 juta ton makanan tahun ini.

Korea Utara membutuhkan sekira 5,75 juta ton makanan setiap tahun untuk memberi makan negaranya, kata lembaga think tank itu.

Badan tersebut mengatakan kekurangan tersebut disebabkan oleh topan musim panas dan banjir, serta kekurangan peralatan pertanian dan pandemi, yang memaksa Korea Utara untuk menutup perbatasan daratnya.

Tetapi meskipun ada peringatan tentang kekurangan pangan, Kim mengatakan ekonomi Korea Utara telah "secara keseluruhan menunjukkan perbaikan".

Bencana alam serupa, bersama dengan ketidakmampuan pemerintah, diklaim telah memainkan peran besar dalam kelaparan yang menghancurkan pada 1990-an. Ratusan ribu warga Korea Utara tewas akibat bencana kelaparan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini