Baku Tembak di Penjara Selama 3 Jam, 5 Napi Tewas, 39 Orang Terluka

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 18 Juni 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 18 2427237 baku-tembak-di-penjara-selama-3-jam-5-napi-tewas-39-orang-terluka-K0EoLupWEW.jpg 5 napi tewas dalam baku tembak selama 3 jam (Foto: Reuters)

HONDURAS - Lima narapidana tewas dalam baku tembak berdarah selama tiga jam di penjara pada Kamis (17/6). Pihak berwenang mengatakan 39 penjaga dan tahanan lainnya terluka dalam baku tembak itu, dengan beberapa dalam kondisi serius.

Konfrontasi panjang, yang melibatkan peluru tajam dan setidaknya satu granat, meletus ketika anggota geng Barrio 18 memasuki bagian untuk geng saingannya Mara Salvatrucha 13 (MS-13).

"Kantor kejaksaan memberi tahu kami bahwa setidaknya ada lima orang tewas tetapi baik mereka maupun ilmuwan forensik tidak dapat memasuki penjara karena insiden itu berlanjut," kata seorang juru bicara kepada AFP.

Keamanan penjara belum terjamin untuk melakukan pemeriksaan berapa banyak yang terluka atau meninggal.

Media lokal melaporkan polisi dan tentara dikirim untuk memperkuat keamanan di penjara.

(Baca juga: Penjaga Kebun Binatang Digigit Harimau hingga Tewas, Lehernya Patah)

Sedikitnya 15 orang dibawa ke rumah sakit umum Escuela di ibu kota Honduras dengan luka tembak.

Jaksa Sara Gamez kepada media local mengatakan 13 dari mereka yang terluka berada dalam kondisi serius.

Menyusul berita tersebut, beberapa ratus kerabat narapidana yang panik tiba di pusat kesehatan dan di depan penjara untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk identitas mereka yang bersangkutan.

Rekaman audio dari tembakan dan ledakan diposting di media sosial, dengan saksi mata mengatakan berlangsung selama lebih dari satu jam.

Geng Barrio 19 dan MS-13 menguasai banyak pinggiran kota-kota besar negara serta daerah pedesaan. Keduanya bersaing untuk memperluas wilayah mereka.

(Baca juga: Kelompok Bersenjata Bunuh Polisi, Culik Guru dan Murid dari Sekolah Nigeria)

Sumber-sumber polisi mengklaim geng-geng itu terlibat dalam perdagangan narkoba dan senjata, pencurian kendaraan, dan kejahatan lainnya sebagai bagian dari aktivitas mereka.

Penjara La Tolva, yang berbasis di timur Tegucigalpa, menampung lebih dari 1.5000 narapidana.

Penjara di Honduras telah berada di bawah kendali militer sejak akhir 2019.

28 penjara di negara itu, yang menampung sekitar 22.000 tahanan, telah dikualifikasikan oleh para ahli sebagai akademi kriminal, di mana pembunuhan, pemerasan, dan penculikan diperintahkan dengan keterlibatan para penjaga.

Kantor berita Reuters melaporkan tempat ini menjadi lokasi kekerasan yang sering terjadi antara dua geng jalanan terbesar di negara itu serta geng kejahatan terorganisir.

Insiden terburuk yang tercatat di dalam penjara Honduras terjadi pada Februari 2012. Kala itu, 362 orang tewas dalam kebakaran di pusat penahanan Comayagua.

Pada Desember 2019, 18 narapidana tewas dalam perselisihan geng di sebuah penjara di kota wisata Tela di pantai Atlantik negara itu.

Tiga hari kemudian, 19 orang lainnya tewas di tengah perkelahian geng di penjara El Porvenir, 80 km (50 mil) timur Tegucigalpa.

Organisasi hak asasi manusia telah mengkritik kurangnya makanan, kondisi yang tidak bersih, dan korupsi di penjara.

Pertarungan pertama kali dilaporkan sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat (2 siang GMT), dengan laporan bahwa empat orang mungkin tewas akibat ledakan granat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini