Terpisah 18 Bulan karena Covid-19, Bocah 5 Tahun Ini Akhirnya Bisa Berkumpul Kembali dengan Orangtuanya

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 18 Juni 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 18 2427334 terpisah-18-bulan-karena-covid-19-bocah-5-tahun-ini-akhirnya-bisa-berkumpul-kembali-dengan-orangtuanya-xCAQmrG9C4.jpg Bocah 5 tahun akhirnya bisa berkumpul kembali dengan orangtuanya setelah terpisah selama 18 bulan akibat pandemi Covid-19 (Foto: Drisya and Dilin)

"Dalam imajinasinya, Australia adalah negeri stroberi, dia suka buah beri, jadi masuk ke Australia seperti masuk ke kebun stroberi," ujar Drisya tertawa.

Pada awal Juni, angka terbaru dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menunjukkan ada 203 anak di bawah umur di India yang terpisah dari orang tua mereka - meskipun beberapa telah kembali dengan penerbangan repatriasi.

Sebagian besar anak-anak, seperti Johannah, telah tinggal bersama anggota keluarga besar.

Sang ayah Dilin menggambarkan perjuangan mereka untuk bersatu kembali pada sidang komite Senat Australia bulan lalu.

Dia mengatakan ada kurangnya dukungan dari pemerintah, dan aturan yang di luar kendali mereka mencegahnya bersama mereka, termasuk usianya - Johannah terlalu muda untuk terbang sendirian baik dalam penerbangan repatriasi pemerintah maupun penerbangan komersial.

Mereka akhirnya memberinya tempat duduk di pesawat sewaan dengan perusahaan swasta. Namun penerbangan itu dibatalkan ketika pemerintah Australia memberlakukan larangan kontroversial pada semua kedatangan dari India - yang sejak itu dicabut.

Dengan penerbangan terbatas antara kedua negara, pasangan itu tidak ingin mengambil risiko terbang kembali ke India untuk bersama Johannah, jika mereka tidak dapat kembali.

Ada kritik luas tentang bagaimana pemerintah menangani warga Australia yang terdampar di luar negeri - terutama mereka yang rentan. BBC telah mendekati DFAT untuk mengomentari artikel ini.

Namun, Drisya mengatakan kepada BBC pada Kamis (17/6), jika dalam beberapa minggu terakhir mereka telah menerima lebih banyak dukungan, termasuk seorang pekerja kasus yang berdedikasi yang mengatakan bahwa mereka bisa mendapatkan visa yang dipercepat untuk ibu Drisya untuk terbang dari India ke Australia bersama Johannah.

"Tapi dia tidak dalam posisi untuk bepergian, ada banyak elemen termasuk kendala bahasa. Itu pilihan terakhir kami,” jelas Drisya.

"Pemerintah setidaknya melakukan sesuatu sekarang.... Mudah-mudahan mereka akan berbuat lebih banyak lagi. Ada begitu banyak orang yang masih terdampar di India,” ungkapnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini