Kejar Herd Immunity, Ridwan Kamil Kebut Vaksinasi Massal untuk Semua Kalangan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Senin 21 Juni 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 525 2428490 kejar-herd-immunity-ridwan-kamil-kebut-vaksinasi-massal-untuk-semua-kalangan-sU6g0qpk88.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pemda Provinsi Jabar mengakselerasi program vaksinasi Covid-19 bagi semua kalangan untuk mengejar target kekebalan kelompok atau herd immunity. 

Ridwan Kamil memastikan, vaksinasi Covid-19 tidak lagi dibatasi untuk kalangan tertentu. Hal itu sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) yang menghendaki percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity.

Dia menegaskan, kebijakan tersebut segera diberlakukan di seluruh wilayah Jabar dan bukan hanya untuk kawasan Bandung Raya atau Bodebek saja yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jabar. 

Baca juga: Corona Varian Delta Mengganas, Ridwan Kamil: Sudah Masuk Depok dan Karawang!

Kang Emil, sapaan akrabnya menyebutkan, akselerasi vaksinasi akan dilakukan lewat vaksinasi massal yang bakal digelar di tempat-tempat besar dan terbuka seperti stadion. 

"Sudah diputuskan vaksinasi diperbolehkan untuk seluruh warga di atas 18 tahun. Sekarang tidak dibatasi lagi untuk tenaga kesehatan, lansia (warga lanjut usia) atau anggota TNI Polri," ujar Kang Emil seusai Video Conference Rapat Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Senin (21/6/2021). 

"Kita akan mengejar vaksin untuk mengejar herd immunity, sehingga tidak hanya di Bandung Raya dan Bodebek, tapi di seluruh Jabar. Dengan kepastian suplai vaksin untuk tahap II dijamin Kemenkes. Arahan Presiden agar vakain diakselerasi, puncaknya Agustus," lanjut Kang Emil. 

Baca juga: Lansia yang Mau Divaksin Covid-19 Dapat Hadiah Ayam

Disinggung mengenai jatah vaksin yang akan diterima Jabar dari pemerintah pusat, Kang Emil mengaku belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dengan alasan masih dalam tahap pembahasan.

"Vaksinasi akan baru dirapatkan hari ini terkait jatahnya, tapi pasti dibagi itu berdasarkan rasio penduduk dan kecepatan vaksinasi," katanya. 

Lebih lanjut, Kang Emil pun mengaku telah berdiskusi dengan pemerintah daerah di Jabar untuk memperkuat fungsi puskesmas dalam penanganan pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang. 

"Penguatan di level puskesmas kita tingkatkan, sehingga yang masuk rumah sakit adalah pasien yang bergejala berat dan sangat berat. Kalau gejala ringan dan sedang cukup di rawat di Puskesmas, diisolasi di desa kelurahan yang sudah dibiayai dana desa," jelasnya. 

Kang Emil menambahkan, meski kasus Covid-19 di Jabar terus meningkat, namun dia menilai bahwa tingkat kematian pasien Covid-19 masih relatif terkendali. 

"Secara umum, kematian (pasien Covid-19) di Jabar masih terkendali di angka 1.3 persen. Kasus aktif memang meningkat, juga keterbatasan pengetesan sedang kita upayakan," ucapnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini