Dari Jualan Cilok, Hariono Bisa Beli Apartemen hingga Kos-kosan

Bambang Sugiarto, iNews · Selasa 22 Juni 2021 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 519 2428857 dari-jualan-cilok-hariono-bisa-beli-apartemen-hingga-kos-kosan-nnz1mrVTKv.jpg (Foto: iNews)

JEMBER - Hariono, pria asal Jalan Danau Toba Jember, yang sehari-hari berkutat dengan cilok punya kisah menarik untuk diulas. Sebelumnya, Hriono adalah tukang sapu jalan, dan sore hari mengajar ngaji.

Namun karena ketekunannya, ia mencoba peruntungan dengan menjual cilok. Cilok yang ia produksi resepnya berasal dari saudaranya yang bertahun-tahun berdagang di Bali.

Semula Hariono memproduksi sedikit dan untuk dijual kepada anak-anak kecil di beberapa titik di kawasan sekolah dan perkampungan.

Karena rasanya enak, tidak hanya anak-anak yang menyukai, orang tua pun juga menggemari cilok buatan hariono yang akrab dipanggil “Cilok Edy”.

Karena usahanya kian maju, Hariono kemudian memutuskan tak lagi berdagang cilok dengan cara keliling. Kini ia membuat kedai kecil dan menetap di beberapa titik.  Di antaranya di depan kantor DPRD Jember, Jalan Kalimantan dan beberapa lokasi lain di Jember.

Karena terus berkembang pesat, Hariono kemudian menambah gerobak ciloknya menjadi lima buah dan merekrut tenaga kerja dari tetangganya sendiri yang tidak bekerja berikut para janda.

Setelah di tekuni selama puluhan tahun, kini Hariono memetik hasilnya. Ia mengaku dengan kesabaran, kegigihan dan ikhlas, semua usahanya ternyata membawa berkah. Kini Hariono mampu membangun apartemen, belasan rumah, kos-kosan, mobil, berikut menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Meski di tengah pandemi Covid-19 dan omzet penjulanannya turun, Hariono tetap menekuni bisnis cilok karena masih untung meski tidak seperti hari biasanya. Karena ia yakin, pandemi tidak akan terus berlangsung dan suatu saat pasti akan kembali normal.

Baca Juga : Cerita Guntur Soekarnoputra Belajar Nyetir Mobil Diganjal Bantal

Cilok Edy milik hariono sangat digemari masyarakat Jember dan kota lain. Sebab, rasa daging sapinya menonjol gurih dan nikmat. Pas sebagai pengganti makanan pokok atau sebagai camilan.

Bagi Neny, pembeli asal Bondowoso, yang sedang berkunjung ke Jember, mengaku sudah biasa membeli Cilok Edy karena rasanya enak dan murah.

Hariono pun mengaku dengan kesabaran dan ketekunan seraya tidak merubah resep cilok, pembelinya terus membanjiri ciloknya.

"Saya tidak pernah merubah resep ciloknhya," kata Hariono.

Tiap hari ia mampu memproduksi cilok sebanyak 50 kilogram. Dari berjualan cilok tersebut, Hariono mengaku meraup cuan berlebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk beramal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini