19 Mahasiswa Gugat STAN Lantaran di-DO Selama Jalani PJJ

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 Juni 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 65 2429727 19-mahasiswa-gugat-stan-lantaran-di-do-selama-jalani-pjj-crCgyjbTTt.jpg (Dok. PKN STAN)

SERANG - Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) digugat 19 dari 69 mahasiswanya yang di-drop out (DO) selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19 pada 17 Maret 2021. Sengketa tersebut akan segera memasuki agenda pemeriksaan persiapan yang dijadwalkan pada 29 Juni 2021.

Kuasa hukum penggugat, Damian Agata Yuvens menuturkan sebelum gugatan diajukan pihaknya telah mengupayakan penyelesaian secara non-hukum.

“Ruang dialog menjadi prioritas kami dalam penyelesaian sengketa ini. Karena itu, kami meminta bantuan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Keuangan untuk menyelenggarakan audiensi dengan pihak PKN STAN. Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespons positif permohonan ini namun audiensi gagal dilakukan karena pihak PKN STAN tidak mau bertemu dengan mahasiswa. Karenanya kami memutuskan untuk mengajukan gugatan,” ujar Damian Agata dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Rabu (23/6/2021).

Kondisi pandemi, kata Damian, membutuhkan pendekatan yang berbeda dari kondisi normal. Karena itu PKN STAN tidak bisa hanya terpaku pada peraturannya saja.

"Kami mengimbau PKN STAN untuk menyikapi masalah ini dengan penuh kebijaksanaan dan empati. Kami masih membuka ruang kepada Pak Rahmadi Murwanto selaku Direktur PKN STAN untuk berdialog dengan kami,” tutur Damian.

Salah seorang penggugat, Resa Widiaswara Aulia, menceritakan gugatan itu merupakan upaya terakhir bagi dirinya.

Baca Juga : Ingin Punya Pengalaman di Dunia Profesi? Ikuti Program MSIB Kampus Merdeka

Selama PJJ ia bersama teman-temannya sudah menyampaikan kendala dan hambatan yang mereka alami kepada pihak PKN STAN. Mulai dari terbatasnya ruang interaksi dosen-mahasiswa dan antar mahasiswa hingga gangguan teknis seperti jaringan, listrik, atau perangkat.

"Sayangnya, kami tidak mendapatkan respon yang solutif. Setelah pengumuman nilai pun teman-teman sudah mencoba berdialog dengan pihak PKN STAN agar tidak di-DO. Karena tidak ditanggapi, maka kami memilih untuk menempuh jalur hukum,” kata Resa.

Gugatan oleh 19 orang mahasiswa kepada PKN STAN didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara Serang pada tanggal 14 Juni 2021.

Objek dari gugatan ini adalah Pengumuman Kelulusan dan Ketidaklulusan Mahasiswa Semester Gasal Program Studi Diploma III dan Diploma IV PKN STAN Tahun Akademik 2020/2021.

“Semoga melalui gugatan ini, PKN STAN dapat melihat kekeliruannya dan mempertimbangkan kembali kebijakan DO kepada para mahasiswa,” ujar Resa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini