PPKM Mikro, PTM Terbatas Ikuti Instruksi Mendagri

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 23 Juni 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 65 2429892 ppkm-mikro-ptm-terbatas-ikuti-instruksi-mendagri-doJQZu9dtR.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Pauddikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri menekankan penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan adanya perpanjangan PPKM Mikro maka akan mengikuti Instruksi Mendagri No 14/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Jumeri menjelaskan, Kemendikbudristek mengikuti dengan patuh Instruksi Mendagri No 14/2021 tersebut. Jumeri juga menuturkan, pihaknya sudah menyampaikan kepada UPT di daerah dan juga kepada seluruh kepala dinas.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan untuk lebih memperketat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM ) mikro sejak 22 Juni hingga 5 juli 2021. Terkait dengan pengetatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 14/2021.

Baca juga: Guru Ingin Dapat Beasiswa Dalam dan Luar Negeri, Ini Syaratnya

"Kita tegaskan bahwa pada zona merah maka kebijakan PTM mengikuti arahan Pak Mendagri yaitu PJJ karena kalau daring belum tentu semua bisa daring," katanya pada konferensi pers secara daring, Rabu (23/6/2021).

Jumeri menuturkan, pengaturan sekolah yang dapat membuka tatap muka ini sudah diatur dalam panduan PTM. Yakni siswa yang bisa mengisi ruangan kelas hanya bisa maksimal setengah dari kapasitas. Kemudian mempertahankan protokol kesehatan yang ketat dan menyiapkan infrastruktur untuk bisa menjamin kesehatan siswa dan guru.

Baca juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD di Bandung: Wajib Masker dan Face Shield

Selain itu, katanya, sekolah juga harus membuka dan membentuk Satgas Covid-19 untuk bisa melakukan sosialisasi, memandu dan berkomunikasi dengan orangtua, mengatur jadwal pelajarannya dan kehadiran siswa serta ruangan yang dipakai belajar.

"Kami sarankan sebagian besar pembelajaran kalau bisa dilaksanakan di luar ruangan. Dengan ruang-ruang yang ada dibuka selebar-lebarnya ventilasi yang ada," jelas Jumeri.

Jumeri menuturkan, pihaknya juga sering mendapat pertanyaan apakah PTM terbatas akan dibatalkan dengan naiknya pasien Covid-19 saat ini, dia menjelaskan, sampai saat ini ditegaskan bahwa SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 belum ada perubahan.

"Pola pelaksanaannya mengikuti PPKM Mikro sebagaimana diinstruksikan Pak Mendagri dalam Inmendagri No 14/2021," ujarnya.

Baca juga: Jelang Kegiatan PTM, Pemerintah Memastikan Keselamatan Siswa Harus Menjadi Prioritas Utama

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini