UT Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa Tunanetra

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 24 Juni 2021 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 65 2430524 ut-sediakan-beasiswa-untuk-mahasiswa-tunanetra-n8d0DTYLiS.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

TANGERANG SELATAN - Universitas Terbuka (UT) menyediakan beasiswa untuk penyandang disabilitas khususnya untuk mahasiswa tunanetra. UT yang menyediakan bahan ajar digital berbasis suara memungkinkan para mahasiswa tunanetra untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam pembukaan Dies Natalis UT ke 37 dan Disporseni Nasional yang dilakukan luring dan daring, Kamis (24/6) UT memberikan beasiswa bagi mahasiswa UT penyandang tunanetra selama 8 semester. Pemberian beasiswa ini merupakan implementasi pendidikan untuk semua.

Rektor UT Prof Ojat Darojat mengatakan, beasiswa untuk penyandang disabilitas ini sebagai salah satu bentuk perhatian UT dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“UT menjadi pendidikan tinggi yang inklusif dengan memberi kesempatan kepada penyandang disabilitas termasuk kepada teman-teman yang tuna netra,” katanya pada konferensi pers, Kamis (24/6/2021).

Dia menyampaikan, sampai saat ini total mahasiswa tunanetra yang mendapat beasiswa di UT sekitar 40-60 orang dan mereka tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Rektor pun berharap jumlahnya penerima beasiswanya kedepan akan semakin bertambah karena adanya beasiswa ini merupakan satu bentuk apresiasi kepada mereka yang masih bersemangat untuk kuliah.

Ojat menjelaskan, selain bahan ajar yang tercetak UT sudah memiliki bahan ajar digital yang telah dilengkapi dengan aplikasi yang bisa mengkonversi bahan ajar digital berbasis teks ke suara yang sangat membantu mahasiswa tunanetra.

“Dengan bahan ajar itu, kendala yang selama ini mereka hadapi dalam kuliah menjadi tidak lagi berarti. Bahan ajar inilah dengan menggunakan aplikasi tersebut bisa dikonversi menjadi suara dan bisa dipelajari setiap mahasiswa tunanetra,” tuturnya.

Baca Juga : 4 Siswa Ini Wakili Indonesia di Ajang Kompetisi Informatika Internasional

Di sisi lain, pada pembukaan acara Ojat menyampaikan, UT menggagas dan mengusulkan program wajib kuliah kepada pemerintah. Menurutnya, gagasan ini sesuai dengan focus pemerintahan Presiden Jokowi saat ini yang ingin meningkatkan kualitas SDM unggul.

Menurutnya, masyarakat yang tidak bisa kuliah karena dua hal. Pertama karena alasan ekonomi dan kedua karena alasan geografis karena berdomisili di daerah terpencil.

Dia menjelaskan, UT pun bisa menjawab kedua masalah itu karena UT didirikan pemerintah sejak 37 tahun lalu untuk menjawab kedua persoalan tersebut.

“UT konsisten menawarkan program pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau sehingga diharapkan semua masyarakat mempunyai kesempatan pendidikan tinggi,” terangnya.

Dia pun berharap kedepan biaya pendidikan di UT bisa dilakukan secara gratis bagi mahasiswa dan biaya operasional UT dapat ditanggung oleh pemerintah dan stakeholder lainnya. Sehingga dengan peran serta pemerintah dan masyarakat tersebut UT dapat menampung mahasiswa dalam jumlah besar namun tetap berkualitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini