Posting Provokasi Terkait Penyekatan Jembatan Suramadu, Pemuda Bangkalan Ditangkap Polisi

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 25 Juni 2021 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 25 519 2431019 posting-provokasi-terkait-penyekatan-jembatan-suramadu-pemuda-bangkalan-ditangkap-polisi-wEGEsuciTP.jpg Ilustrasi.

JAKARTA – Seorang pemuda diciduk Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim setelah diduga mengunggah posting bernada ujaran kebencian di media sosial terkait penyekatan di Jembatan Suramadu. Postingan itu diunggah di Facebook dengan menggunakan nama akun 'Umar Fauzhi Aschal'. 

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko polisi mengamankan Umar Fauzhi, (25 tahun) warga Kampung Nyiur, Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, terkait posting provokasi tersebut.

BACA JUGA:  5 Fakta Ricuh Pos Tes Swab Suramadu, Kini Dijaga Ketat TNI-Polri

"Masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan dengan menyebarkan berita yang menimbulkan gejolak di Madura. Mengamankan satu orang yang menyebarkan ujaran kebencian dengan mengajak masyarakat melawan upaya pemerintah Jatim dalam melakukan penyekatan di Suramadu," kata Gatot kepada awak media, Jakarta, Jumat (25/6/2021).

Gatot menjelaskan, penyekatan tersebut lantaran di Indonesia, khususnya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, belakangan ini mengalami pelonjakan kasus aktif Covid-19.

"Atas dasar inilah, pemerintah bersama Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim, melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19," ujar Gatot.

Gatot menuturkan, kronologi kejadiannya, pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021, pemilik akun facebook atas nama "Umar Fauzhi Aschal". Telah menulis status provokatif yang ditulis di grup "Kabar Bangkalan".

BACA JUGA: Terduga Provokator Kericuhan Penyekatan Suramadu Ditangkap

Isi dari status tersebut berbunyi, "Sekilas info malam ini jam 7, sehubungan antar Kabupaten diadakan kumpul bersama yakni tretan madureh di tanean suramadu yang katanya mau ngerusak atau bakar tenda merapat tretan".

Pemuda ini sehari-hari bekerja di perusahaan ekspedisi di wilayah Kenjeran, Surabaya. Yang bersangkutan beberapa kali telah memposting ujaran kebencian, motif dari pelaku sendiri adalah ikut-ikutan temannya.

"Dari pengungkapan ini polisi berhasil mengamankan barang bukti satu buah hanphone milik pelaku," tutur Gatot.

Dari pengungkapan tersebut, tersangka akan dikenakan Pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, dengan ancaman paling lama 6 tahun dan atau Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman pidana 10 tahun.

Setelah diamankan, pelaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak melakukan kembali. Ia secara terbuka meminta maaf kepada kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini