Gibran Lockdown Kampus ISI Solo: Mahasiswa dan Dosen Banyak yang Abai!

Solopos.com, · Minggu 27 Juni 2021 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 512 2431670 gibran-lockdown-kampus-isi-mahasiswa-dan-dosen-banyak-yang-abai-BGy4ooFKzC.jpg Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)

SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merespons cepat adanya kasus penularan Covid-19 di kampus ISI. Dia memerintahkan kampus ISI Solo di-lockdown setelah ada 21 mahasiswa yang dilaporkan terpapar Covid-19.

Gibran menyebut selama ini ada banyak pelanggaran protokol kesehatan pencegah Covid-19 yang terjadi di kampus ISI Solo.

"ISI banyak yang komplain di situ, makanya kemarin saya langsung mengadakan testing di beberapa tempat. Banyak pelanggaran prokes di situ," ungkap Gibran kepada wartawan di Solo, Sabtu (26/6/2021), seperti dilansir Detik.com.

Dia menambahkan pelanggaran protokol kesehatan itu dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Selanjutnya dia melayangkan surat teguran kepada kampus ISI Solo dan memerintahkan lockdown.

"Makanya kemarin saya tegur, mahasiswa dan dosen banyak yang abai. Kemarin langsung saya lockdown," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Kasus penularan Covid-19 di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Solo itu diketahui setelah ada seorang mahasiswi positif terinfeksi virus corona seusau mengadakan acara fashion show batik beberapa waktu lalu. Guna mencegah persebaran virus, pihak ISI Solo mengadakan tes swab terhadap 51 mahasiswa yang tinggal di asrama.

"Rabu (23/6) ada seorang mahasiswa yang mengeluhkan tidak enak badan, setelah dilakukan swab hasilnya positif," kata Humas ISI Solo, Esha Karwinarno, kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

"Sekitar seminggu sebelumnya mereka mengadakan kegiatan fashion show batik. Dan setelah di-tracing didapati sebanyak 21 mahasiswa terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Mahasiswa yang di-tracing itu tidak semuanya tinggal di asrama. "Mereka yang tinggal di luar asrama atau bersama keluarga juga ikut dites. Pertama ditemukan ada 7 mahasiswa, setelah dikembangkan bertambah menjadi 15 orang. Dan bertambah 6 orang lagi menjadi 21 orang," ucapnya.

Dari jumlah tersebut, 13 mahasiswa di antaranya tidak menunjukkan gejala sehingga isolasi dilakukan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini