Puluhan Orang Jadi Korban Penipuan Arisan Online di Malang, Kerugian Rp1,5 Miliar

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 29 Juni 2021 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 519 2432375 puluhan-orang-jadi-korban-penipuan-arisan-online-di-malang-kerugian-rp1-5-miliar-5W6DQ8FBtn.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KOTA MALANG - Dugaan penipuan arisan online kembali terjadi, kali ini tiga orang mendatangi Polresta Malang Kota untuk mengadukan dugaan penipuan arisan online. Diduga arisan online ini, korbannya mencapai lebih dari 50 orang dengan total kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

Tiga korban yang merasa menjadi korban dugaan penipuan arisan online, adalah FD warga Sawojajar, Kedungkandang, RCF dan DV, warga Klojen, Kota Malang. Ketiganya usai melaporkan NA seorang diduga pemilik arisan online yang diduga menggelapkan uang ketiganya dan puluhan arisan lain.

Baca Juga: Berikut Sejumlah Kasus Penipuan Jual Beli Rumah

Salah seorang korban yang melapor berinisial FD menyebut, ia dan kedua korban lainnya sengaja mendatangi Polresta Malang Kota untuk melaporkan dugaan penipuan yang menyeret NA, seorang penyelenggara arisan online.

Awalnya NA yang diketahui teman calon istrinya memang mengajaknya ikut arisan online. Dia tak menaruh rasa curiga karena sang calon istri saling mengenal dengan NA. Bahkan, FD beberapa kali membeli baju di NA, yang juga sebelumnya penjual baju beberapa kali ia menyetorkan uang untuk arisan dan sempat.

"Awalnya setahu saya jualan (terduga pelaku) baju biasa, setelah itu dia buka kayak arisan gitu. Beberapa orang ikut, setelah itu dia cuma ngasih tau saja, mau ikut nggak. Dia itu temannya calon istri saya, teman SD-nya, kalau orang asing nggak bakal mau berhubung kita juga sudah sering belanja ke dia," ucap FD pada Senin sore (28/6/2021) usai menjalani pemeriksaan.

Dirinya menuturkan, awalnya arisan yang berlangsung sejak Januari 2021 ini sempat lancar - lancar saja. Bahkan, ia dijanjikan keuntungan berlipat-lipat telah menerima setidaknya empat kali mendapatkan keuntungan lebih dari uang yang ia setorkan. Di mana dijelaskan FD, ada dua jenis arisan yang bisa diikuti masyarakat

"Ada dua macam arisan sama investasi, inves (investasi) kita seumpama bayar Rp1.250.000 dalam waktu 15 hari atau 7 hari dapat Rp1.300.000, Rp1.500.000 kayak gitu itu. Kalau arisan menurun dapat pertama memang bayarnya lebih banyak bayar terakhir dapatnya sedikit cuma dapatnya sedikit, cuma dapatnya lama," ungkapnya.

Baca Juga:  Miris! Wanita Tunanetra Ditipu saat Jual Rumah Rp8 Miliar, Kini Harus Mengontrak

"Sistemnya kayak rebutan cepat - cepatan, acak grupnya di-lock. Sebelum di-lock ngasih info, sampai berapa sudah ada nominalnya. Dapatnya misalnya Rp1 juta untuk 5 orang, nomor 1 bayarnya 700 (Rp700 ribu), nomor 2 semakin menurun," imbuh FD menjelaskan sistem kerjanya.

NA meyakinkan korbannya bisa melipatgandakan uang pun memberikan iming - iming yang sama, kepada para orang yang menginvestasikan uangnya untuk mengikuti arisan online tersebut. NA bahkan juga memberikan foto KTP kepada FD, RCF, dan DV, serta beberapa nasabahnya.

"Iming - imingnya dapat uang lebih, misalkan kita dikasih Rp300 ribu, baliknya Rp500 dalam jangka waktu beberapa hari," katanya.

Dari penuturan FD, terdapat setidaknya ada sekitar lebih dari 50 orang yang mengikuti arisan online ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Malang, Jakarta, hingga Yogyakarta, total estimasi kerugian mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau saya pribadi rugi Rp7 juta, total ada 50 orang lebih, beda - beda kota itu, total Rp1,5 miliar sejak Januari itu. Kalau yang kami tiga orang di Malang, yang di Jakarta sama Jogja, sudah ada yang lapor katanya," kata dia.

Namun kini, ia tak tahu harus bagaimana, NA hilang tanpa kabar dirinya juga tak bisa ditelepon dan dikirim pesan Whatsapp sejak 26 Juni 2021. Bahkan, ia sempat mendatangi rumah NA yang ada di KTP, namun ternyata rumah tersebut sudah dijual lama dan pindah.

Admin penyelenggara arisan yang dikelola NA pun tak tahu menahu keberadaan NA, sedangkan sang pacar yang diketahui tinggal satu rumah dengan NA ternyata malah mengaku juga menjadi korban penipuan, uangnya dibawa kabur oleh NA.

FD pun telah mencari ke rumah orangtuanya dan hasilnya sang orangtua tak mau dengan permasalahan yang dialami anaknya. Tak kunjung mendapat kejelasan akhirnya FD mencoba memberanikan diri mengadukan ke Polresta Malang Kota.

"Dia pada hari itu 26 kemarin saya dapat kabar NA ini enggak ada kabar, ditelepon nggak bisa di Whatsapp nggak bisa, saya sih belum curiga anggapannya 1 x 24 jam, tapi yang lain sudah banyak yang bingung. Satu hari lebih saya baru komunikasi. Saya cari di rumahnya nggak ada, sampai akhirnya lapor," jelasnya.

Sementara itu, korban lainnya DV, perempuan berusia 25 tahun ini mengaku harus kehilangan uang Rp15 juta yang sampai hari ini belum ada kabarnya kemana. Ia rela memberikan uangnya kepada NA setelah dirinya menerima pemberian uang dari hasil keuntungan arisan online.

"Dapatnya bergilir, setor Rp2 - 3 jutaan, sudah balik modal sudah Rp5 juta, tapi saya tambahi lagi ini kerugian saya sampai Rp15 juta. Saya kan tahunya dari online, cara komunikasi, bukti transfernya itu sudah rapi gitu, kalau orang lihat sekilas dari Instagramnya itu bahkan ngasih tahu tertulis alamatnya, tertulis kerjaannya apa, backgroundnya apa, tertulis semua jelas disitu. Instagramnya arisan cuan mlg," beber dia.

Hal serupa dialami mahasiswa berinisial RCF yang juga kehilangan uang Rp5.035.000 yang disetorkan ke NA dengan iming - iming bakal berlipat keuntungan. Apalagi, ia sempat mendapat uang arisan 5 - 10 kali dengan modal awal yang disetorkannya Rp1.600.000.

"Iya sudah dapat beberapa kali, seingat saya 5 - 10 kali, modal awal 1.600.000," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini