Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Jokowi Tiap Malam Telepon Komandan RSDC Wisma Atlet Cek Keterisian Tempat Tidur

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 30 Juni 2021 |15:42 WIB
Cerita Jokowi Tiap Malam Telepon Komandan RSDC Wisma Atlet Cek Keterisian Tempat Tidur
Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, lonjakan infeksi virus corona di Indonesia berdampak pada tingginya angka keterisian tempat tidur di fasilitas isolasi atau rumah sakit rujukan.

Jokowi bercerita tiap jam 10 atau 12 malam dirinya kerap menelepon Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono maupun Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Letkol TNI M. Arifin untuk menanyakan angka keterisian tempat tidur.

"Saya biasanya yang saya pakai patokan itu Wisma Atlet. Tiap jam 10, jam 12 malam, coba tanya ke sana. Saya selalu telpon Dokter Tugas atau Kolonel Arifin mengenai keterisian bed di Wisma Atlet," ungkap Jokowi saat membuka Munas Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga: Jokowi: Kasus Covid di RI Melonjak Drastis Gegara Libur Lebaran dan Varian Baru

Jokowi juga bercerita pada September 2020 lalu angka keterisian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet pernah mencapai 92 persen. Kondisi ini membuatnya gemetar dan ngeri karena penuhnya pasien yang terpapar Covid-19. Namun demikian, ia bersyukur pada Mei 2021 keterisian bed turun menjadi 15 persen. Lalu ada momen liburan dan masuknya varian baru sehingga terjadi lonjakan bed di sana hingga 90 persen.

"Pernah September itu 92 persen. Saya betul-betul sudah gemetar dan gerogi betul, 92 persen.

Tapi bisa turun, turun, turun, bahkan di pertengahan bulan Mei, 18 Mei mencapai 15 persen. Dari 92 sudah turun jadi 15 persen. Sudah senang sekali kita saat itu. Tetapi begitu ada liburan, hari ini saya harus ngomong apa adanya, 90 persen.

"Inilah angka-angka yang harus saya sampaikan apa adanya," tuturnya.

Baca Juga: Covid-19 Melonjak, Jokowi: Jangan Hanya Bicara Ekonomi, tapi Tak Lihat Kesehatan

Lalu tingkat keterisian bed atau ranjang secara nasional pada pertengahan Januari pernah mencapai 66 persen. Lalu pada pertengahan Mei turun menjadi 28 persen. Lalu saat ini keterisian tempat tidur secara nasional itu kembali melonjak jadi 72 persen. Ia meminta semua pihak mewaspadai lonjakan tersebut.

"Di pertengahan Januari kita pernah berada di angka 66 persen. Cukup tinggi saat itu. Kemudian, di Mei pertengahan turun menjadi 28 persen. Dari 66 persen turun menjadi 28 persen. Kecil sekali hampir betul-betul keterisian tempat tidur di RS itu menjadi sangat kecil.

Tetapi tidak ada satu bulan melompat menjadi hari ini 72 persen, nasional. Hati-hati mengenai ini," pungkas Jokowi.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement