Kisah Polisi di Buleleng Tak Malu Jadi Pemulung Sampah

Zainuddin Yasin, iNews · Kamis 01 Juli 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 244 2433614 kisah-polisi-di-buleleng-tak-malu-jadi-pemulung-sampah-N5pk59iWCh.jpg Anggota Polsek Gerokgak Buleleng, Aiptu Wayan Sudiarjana memulung sampah (kiri) (Foto : iNews/Zainuddin Yasin)

BULELENG – Seorang anggota polisi Polsek Gerokgak, Buleleng, Bali, mengisi waktu senggangnya dengan memungut sampah untuk menghasilkan pundi-pundi. Aiptu Wawan Sudiarjana (51) yang merupakan anggota polisi aktif itu memunguti sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) bersama sejumlah pemulung untuk kemudian dijual ke pengepul rongsokan.

Warga Desa Panggkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng itu sudah 5 tahun terakhir menjadi pemulung sampah. Lahan miliknya seluas 40 hektare dijadikan lokasi TPA bagi sejumlah desa yang memanfaatkan jasa pembuangan sampah.

Pembukaan lahan TPA ini lantaran tempat milik Pemkab Buleleng yang berada di Desa Pangkung Paruk sudah penuh dan tidak layak digunakan lagi. Karena itu, Aiptu Wawan berinsiatif membuka lahan pribadinya untuk dijadikan TPA. Karena menurutnya, lokasi dijadikan TPA adalah memanfaatkan peluang mencari rezeki di balik tumpukan sampah.

Seiring berjalannya waktu sejumlah angkutan sampah dari berbagi desa membuang sampah di atas lahan miliknya. Jasa pembuangan sampah di lahan pribadi tersebut hanya dikenakan biaya Rp 25 ribu per hari.

Baca Juga : Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT Bhayangkara Ke-75 Hari Ini 

“Ini saya ada pekerjaan di samping itu masyarakat di sini juga mau diajak kerja sama,” katanya kepada iNews, Kamis (1/7/2021).

Aiptu Wayan menyebut, iuran Rp 25 ribu dari jasa pembuangan sampah tersebut digunakan untuk membayar sejumlah tenaga harian yang bekerja. Selain itu, ia dan sejumlah pemulung memilah sampah-sampah yang layak untuk dijual kepada pengepul rongsokan.

Ia mengaku tidak malu dengan rutinitasnya memulung sampah di waktu senggangnya saat bertugas. “Tidak (malu-red). Itu kan halal ngapain malu,” ucapnya.

Anggota Polsek Gerokgak itu membagi waktunya sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita ia dan putrinya dan sejumlah pemulung sudah memilah sampah, sebelum piket di kantor.

Di Hari Bayangkari Polri, ini Aiptu Wayan mengatakan, polisi adalah bagian dari masyarakat. Pekerjaan apapun dijalani dengan ikhlas tentu membuahkan hasil yang maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini