Penjelasan Rumah Sakit Terkait Bayi Positif Covid-19 di Malang Meninggal Dunia

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 01 Juli 2021 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 519 2433966 penjelasan-rumah-sakit-terkait-bayi-positif-covid-19-di-malang-meninggal-dunia-1iPkmHH7cp.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MALANG - Akibat penuhnya kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 ada pasien yang terkonfirmasi positif, meninggal dunia saat akan dibawa kembali ke rumah. Peristiwa tersebut terjadi di Wava Husada Kepanjen, di mana ada seorang bayi berusia satu tahun yang sebelumnya positif Covid-19, namun karena keterbatasan bed okupansi akhirnya dipulangkan.

Kepala Bagian Marketing RS Wava Husada, Rini Minarsih mengakui pasien bayi tersebut meninggal dunia saat dibawa pulang ke rumah, kejadiannya pada beberapa hari lalu. Pasien tersebut, kata Rini, dibawa pulang ke rumah karena memang menginginkan menjalani isolasi dan perawatan di rumah.

"Beberapa sudah bisa masuk ruang isolasi mereka minta pulang atas permintaan sendiri. Kalau yang seperti itu kami koordinasi dengan puskesmas, karena untuk kelanjutannya enggak bisa berbuat banyak, karena sudah sibuk dengan yang over," ucap Rini saat dihubungi awak media, pada Kamis (1/7/2021).

Meski dibawa pulang ke rumah, pihaknya tetap meminta berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Selanjutnya pemantauan dan pengawasan dilakukan oleh petugas medis di puskesmas setempat tempat domisili pasien Covid-19.

"Kalau ada yang tetap minta pulang kami koordinasi dengan puskesmas. Kemarin misalnya, minta di bawa pulang kita koordinasi dengan puskesmasnya, puskesmasnya jemput pakai ambulans di tengah jalan sudah enggak tertolong, akhirnya pemulasaraan minta balik lagi ke rumah sakit," tuturnya.

Menurutnya, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit bukan hanya mereka yang masih berusia tua di atas 50 tahun. Namun ada beberapa usia 30-40 yang juga harus menggunakan ventilator di ruang ICU Covid-19.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Bertambah 24.836, Berikut 5 Provinsi Penyumbang Terbanyak

Bahkan beberapa anak juga terkonfirmasi positif dan harus mendapat bantuan ventilator. Salah satu kasus yang menonjol dikatakan Rini adalah kematian bayi tersebut. Dimana hasil dari tes PCR-nya telah dikirim ke laboratorium Universitas Airlangga (Unair), karena ada dugaan mutasi Covid-19 delta asal India.

"Kalau data-data meninggal nggak bisa, kita pakai patokan umur lagi, barusan saya ceritain tadi umur satu tahun. Jadi ada yang sudah kena ke anak - anak, sehingga kalau ada case (kasus) yang khusus kami melakukan kerjasama dengan Unair laboratorium-nya Unair, kami ambil sampling kebetulan PCR kami sudah bisa mendeteksi yang mutasi gen baru," paparnya.

"Memang banyak sekali. Angka kematian lumayan tinggi, tes case-nya nggak bisa terprediksi lagi, pasien umur masih 25, 35, 45 (terkonfirmasi positif usia) yang lansia, terutama yang punya komorbid. Kemarin ada yang nggak punya komorbid pun juga nggak bertahan," tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 11 RW 2 Kelurahan Samaan Sunaryo mengakui bila ada dua warga lanjut usia yang seharusnya dievakuasi ke tempat isolasi atau rumah sakit, karena ada riwayat penyakit.

"Masih penuh belum bisa dipindah karena masih penuh. Sebenarnya mau dibawa ke rumah sakit tapi banyak pertimbangan. Yang positif lansia ada 2 orang, rata - rata orang dewasa tanpa gejala, tapi ada yang mengeluhkan lambungnya, di-swab positif juga," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini