Pemkot Cirebon Sulap Bangunan SD Jadi Tempat Isolasi Pasien OTG Covid-19

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 01 Juli 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 525 2434094 pemkot-cirebon-sulap-bangunan-sd-jadi-tempat-isolasi-pasien-otg-covid-19-8WU819CDKB.jpg Pemkot Cirebon jadikan bangunan SD untuk isolasi OTG Covid-19 (foto: MNC Portal/Fathnur)

CIREBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mencoba memfungsikan sebuah bangunan Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, sebagai tempat isolasi mandiri. Langkah ini diambil karena kasus Covid-19 di kecamatan tersebut tergolong tinggi.

Dijelaskan Camat Harjamukti, Yuki Maulana Hidayat, angka penderita Covid-19 di Kecamatan Harjamukti berdasarkan data dashboard Covid-19 Kota Cirebon, jumlahnya mencapai 247 orang. Ia menyebut, tidak semua yang penderita Covid-19 akan melakukan isolasi mandiri di bangunan SD. Tempat ini hanya diperuntukan bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri.

"Sudah ada laporan dari puskesmas Kalijaga, jumlah warga yang terpapar Covid-19 di kelurahan tersebut mencapai 200 lebih. Sekitar 150 melakukan isolasi mandiri di rumah dan 50 lainnya dirawat di rumah sakit karena memiliki gejala," kata Yuki kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

Baca juga:  Zona Merah Covid-19, Kabupaten Tangerang Juga Terapkan PPKM Darurat

Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan di bangunan SD tersebut. Bila berjalan lancar, kata dia, mulai besok pasien Covid-19 bisa memakai bangunan itu sebagai tempat isolasi mandiri.

"Mudah-mudahan besok sudah bisa action," ujarnya.

Baca juga:  Hingga Malam Ini, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 7.118 Pasien Covid-19

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menuturkan, bangunan yang dipakai sebagai tempat isolasi di Kecamatan Harjamukti adalah bangunan SD Ciremai Giri. Ia memastikan, hanya warga yang terpapar Covid-19 dan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), yang bisa memakai tempat tersebut.

Bangunan SD Ciremai Giri, kata dia, diperkirakan bisa menampung sekitar 120 orang. Pihaknya akan menyediakan wc portable, fasilitas kesehatan, obat-obatan dan vitamin, untuk mendukung jalannya proses isolasi mandiri di tempat tersebut.

"Sarana dan prasarana yang ada di bangunan SD tersebut terbatas. Sedangkan yang melakukan pengawasan nakes dari sejumlah puskesmas di tiap kelurahan secara bergantian," jelas Agus.

Di tempat yang sama, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menyampaikan, berdasarkan laporan yang ia terima, masyarakat sekitar mau ikut serta membantu pasien Covid-19 yang akan menjalani isolasi mandiri. Meski begitu, Pemkot Cirebon akan tetap mendukung keperluan logistik yang dibutuhkan.

"Dalam penanganan Covid-19, kita perlu menggunakan strategi. Tidak mencampur pasien yang bergejala, baik sedang maupun berat dengan pasien tanpa gejala. Pasien yang bergejala dapat ditangani tenaga medis khusus untuk mempercepat kesembuhan mereka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini