Pangdam V Brawijaya Terjunkan 7.150 Personel Kawal PPKM Darurat

Lukman Hakim, Koran SI · Sabtu 03 Juli 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 03 519 2434943 pangdam-v-brawijaya-terjunkan-7-150-personel-kawal-ppkm-darurat-mf1QPJgxRH.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

SURABAYA - Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menyatakan, akan mengerahkan sebanyak 7.150 personel selama pelaksanaan PPKM Darurat. Personel itu terdiri dari Pasukan, Babinsa, Babhinpotdirga, dan Bhabinpotmar.

Sedangkan dari Polda Jatim akan dikerahkan sebanyak 2.000 personel terdiri dari Polda Jatim maupun jajaran Polres. "Yang menjadi tolak ukur adalah hasil. Sehingga dalam waktu sepuluh hari ke depan diharapkan terjadi penurunan angka positif ataupun meninggal dunia akibat Covid-19 di wilayah Jatim," katanya, Sabtu (3/7/2021).

Suharyanto menambahkan, terdapat 23 tugas khusus bagi para prajurit TNI-Polri yang akan diperbantukan di wilayah desa. Ke-23 tugas tersebut diantaranya mencakup membantu tugas empat pilar PPKM Mikro hingga proses pengamanan terhadap tempat yang rawan timbul kerumunan.

“Salah satunya adalah mereka harus membantu tugas empat pilar PPKM Mikro, yaitu Bidan Desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa. Nantinya akan ditambah penebalan tiga orang di setiap desa, baik dari TNI maupun Polri," tukasnya.

Baca Juga : PPKM Darurat, Sebagian Kereta Keberangkatan Daop 1 Jakarta Dibatalkan

Dia menegaskan, salah satu poin penekanan dalam PPKM Darurat ini adalah yakni penguatan peran dari empat pilar di tingkat desa atau kelurahan. Empat pilar tersebut yaitu pertama kepala desa, dokter puskesmas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Nantinya empat pilar ini akan mengawasi protokol kesehatan 5M di desa atau kelurahan.

Kewajiban empat pilar ini, kata dia, dibantu masyarakat untuk terus mengingatkan pentingnya prokes 5M. Bagi masyarakat yang belum memakai masker wajib menggunakan masker, jika ada kerumunan lebih dari tiga orang harus dibubarkan.

Masyarakat juga tidak diperkenankan melaksanakan salat berjamaah terlebih dahulu dan semua tempat ibadah harus ditutup. Termasuk mall dan tempat wisata juga harus tutup.

"Selain itu anggota yang diterjunkan, nantinya juga akan membantu bidan desa untuk melakukan testing untuk mencari orang-orang yang terkonfirmasi COVID-19," terangnya.

Dirinya berharap, dengan diberlakukannya PPKM Darurat ini bisa menekan angka penyebaran kasus dan menurunnya angka kasus aktif sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Kami harap paling tidak Jatim bisa berkontribusi menurunkan kasus aktif sebanyak 300 per-harinya, mengingat target penurunan kasus nasional sebanyak 10.000 kasus," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini