Hari Pertama PPKM Darurat, Kota Malang Gelap Gulita

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 04 Juli 2021 01:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 519 2435112 hari-pertama-ppkm-darurat-kota-malang-gelap-gulita-8E17omR6Mi.jpg Foto: Okezone

MALANG – Hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Malang, Jawa Timur sejumlah ruas jalan protokol gelap gulita. Pemerintah daerah memadamkan aliran lampu penerangan jalan umum (PJU) supaya warga tak keluar rumah.

(Baca juga: Viral! Warga Terobos Penyekatan PPKM Darurat di Jalan Margonda)

Pantauan Okezone, sejumlah jalan protokol utama mulai Jalan Kertanegara, Bundaran Tugu di depan Balai Kota Malang, sepanjang Jalan Kahuripan, hingga kawasan Kayu Tangan, sepanjang Sabtu malam (3/7/2021) gelap gulita.

Taman - taman yang biasanya terang seperti di Jalan Ki Ageng Gribig dan taman Jalan Veteran, pun lampunya padam.

(Baca juga: Mengenal Emmy Hafild, Pejuang Lingkungan yang Keras Menentang Soeharto)

Bahkan di Jalan Ijen yang menjadi ikon Kota Malang dan tempat anak muda menghabiskan waktu malam minggunya di jalan tersebut tak tampak. Tampak petugas kepolisian dan dinas perhubungan memasang cone pembatas jalan untuk melakukan penyekatan lalu lintas, tepat di depan Gereja Katedral Santa Maria.

Beberapa pengemudi sepeda motor dan mobil terpaksa putar arah melihat pembatas jalan dengan dihubungkan oleh tali rafia terpasang.

Tak hanya di Kota Malang saja, beberapa daerah di Kabupaten Malang mulai dari Kecamatan Lawang hingga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pun lampu PJU padam.

Salah seorang pengendara Edi Purnomo menuturkan, ia merasa sedikit terganggu saat melintasi Jalan Raya Lawang - Singosari, hingga memasuki Kota Malang. Apalagi dirinya menyebut baru tiba dari Surabaya untuk urusan pekerjaan.

"Terganggu sekali karena kalau gelap harus jalan hati - hati, karena aspalnya di beberapa titik jalan tidak bagus. Takut kalau ada lubang dan jatuh," ucap Edi warga Jalan Letjen Sutoyo, Malang.

Warga Kota Malang lainnya Dwi Sutiono mengungkapkan padamnya lampu PJU jalan juga berpotensi mengundang kejahatan jalanan. Hal ini yang dikhawatirkan dapat mengganggu warga yang masih beraktivitas di luar rumah di atas jam 20.00 WIB.

"Harusnya jangan paralel mematikannya. Kalau mati semua takut kalau ada kriminalitas di jalan. Apalagi juga rawan kecelakaan, karena kalau ada orang nyebrang jalan kayak tadi nggak kelihatan," ungkap Dwi.

Sebelumya Wali Kota Malang Sutiaji telah memerintahkan untuk memadamkan lampu PJU di beberapa jalan protokol di Malang. Hal ini sebagai simbol dan pesan bahwa masyarakat Kota Malang agar tetap berada di rumah setelah pukul 20.00 WIB, selama masa PPKM darurat.

"Kita akan mematikan lampu, penyekatan jalan tertentu itu akan menjadi kearifan lokal, goalnya sebetulnya bagaimana kita bisa menekan angka penyebaran Covid-19," kata Sutiaji.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah memutuskan untuk melaksanakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021 dalam upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia. Ada beberapa ketentuan penting dalam penerapan PPKM Darurat tersebut.

Beberapa ketentuan yang dikeluarkan adalah pengetatan kewajiban bekerja dari rumah, untuk semua pekerja sektor non-esensial, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.

Bagi sektor esensial, maksimal 50 persen staff yang bekerja di kantor, dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat, dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Pemerintah mengizinkan supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan swalayan untuk beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek, diperbolehkan untuk beroperasi selama 24 jam.

Namun, pemerintah memutuskan agar pusat perbelanjaan, serta pusat perdagangan lain, termasuk kawasan wisata, ditutup selama penerapan PPKM Darurat tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini