Langgar PPKM Darurat, Warga Dihukum Keliling Makam Covid-19 di Surabaya

Aan haryono, Koran SI · Minggu 04 Juli 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 519 2435231 langgar-ppkm-darurat-warga-dihukum-keliling-makam-covid-19-di-surabaya-Ek39Gmh2bT.jpg Pelanggar PPKM Darurat di Surabaya dihukum keliling makam Covid-19. (Foto : Sindo/Aan Haryono)

SURABAYA - Ratusan pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Surabaya, Jawa Timur, dihukum keliling ke makam Covid-19, Sabtu (3/7/2021).

Ratusan pelanggar PPKM Darurat itu ditangkap ketika Satgas Covid-19 bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyisir berbagai kawasan di Surabaya. Mereka menemukan beberapa warung masih dibuka di atas pukul 20.00 WIB. Akhirnya, ia pun berhenti dan langsung meminta warung-warung itu untuk tutup.

Bahkan, ada sebuah warung yang buka dan ternyata pengunjungnya minum miras. Seketika pengunjung itu langsung diminta kartu tanda penduduk (KTP) dan langsung dibawa. Beberapa warung yang diketahui masih buka, pada saat itu langsung diminta tutup. Para pengunjungnya yang melanggar protokol kesehatan langsung diminta KTP dan dibawa untuk ikut tour of duty ke makam.

Baca Juga : Kemendagri: Hari Pertama PPKM Darurat Mobilitas Cukup Terkendali

Eri menuturkan, dari hasil pantauannya memang ada beberapa warung kopi dan makanan yang masih buka di atas pukul 20.00 WIB. Akhirnya mereka pun dilakukan pembinaan, yaitu dengan diambil KTP-nya lalu dibawa menggunakan bus.

“Mereka kita ajak tour of duty. Ke mana? Ke Makam Keputih. Bisa dilihat nanti bahwa sampai 24 jam saudara-saudara kita masih melakukan pemakaman jenazah, dipikir bohong mungkin. Biar dilihat sendiri, ini lho dampaknya kalau tidak menjaga kesehatan, kalau melebihi jam malam. Ini lho perjuangannya petugas yang menggali kubur, ini lho perjuangan nakes,” kata Eri.

Ia melanjutkan, hukuman ini penting untuk membuat sadar mereka. Ia juga berharap mereka sadar dari hatinya bahwa saat ini Surabaya kondisinya mengkhawatirkan, jangan malah abai terhadap prokes.

“Jadi, kita sentuh hatinya supaya mereka sadar, sehingga bersama-sama menjaga prokes,” ucapnya.

Setelah tour of duty, lalu mereka akan dibawa ke Liponsos dan keesokan harinya dites swab. Bahkan, Eri juga memastikan, kemungkinan besar mereka juga akan kerja sosial selama lima hari sesuai Perda. Namun untuk kepastiannya saat ini masih digodok ulang oleh Satgas Covid-19 Surabaya.

“Yang pasti mereka langsung dibawa tour of duty ke Makam Keputih,” ucapnya.

Di sisi yang lain, tim dari Satpol PP bersama jajaran tiga pilar di seluruh kecamatan se-Surabaya juga gencar melakukan operasi malam ini. Bahkan, hingga pukul 23.00 WIB, petugas sudah menjaring sebanyak 137 orang pelanggar protokol kesehatan saat PPKM Darurat ini.

“Total ada 137 orang yang kami bawa hingga pukul 23.00 WIB, itu berasal dari semua kecamatan se Surabaya. Mereka kami bawa dengan bus dan langsung mengikuti tour of duty di tempat pemulasaran jenazah, lalu ke makam keputih, supaya mereka tahu pemakamannya,” kata Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto.

Baca Juga : PPKM Darurat, Wagub DKI Ingatkan Pasar Tradisional Tetap Buka

Setelah mengikuti tour of duty ke makam, keesokan harinya mereka akan kerja bakti dan akan dilakukan tes swab. Bahkan, mereka nanti juga akan diperlihatkan proses pemandian jenazah dan juga akan diminta memberikan makan ODGJ di Liponsos. “Ini untuk menumbuhkan kesadaran mereka, sehingga kami berharap mereka bisa menjaga protokol kesehatan bagi diri dan keluarganya,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini