Ditolak 5 RS, Pasien Sesak Napas Antre Beli Oksigen

Sholahudin, iNews · Selasa 06 Juli 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 519 2436293 ditolak-5-rs-pasien-sesak-napas-antre-beli-oksigen-wEGcfqezk7.jpg Pasien sesak napas antre untuk membeli oksigen. (Foto : Sholahuddin/iNews)

MOJOKERTO - Seorang warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, berada dalam kondisi kritis di dalam mobil terpaksa antre membeli oksigen di toko peralatan medis di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, Selasa (6/7/2021) siang. Hal ini dilakukan karena pasien ditolak di lima rumah sakit di Kota Mojokerto lantaran alasan penuh.

AM (60) mengalami kritis dan sesak napas. Sejak pagi, ketiga keluarganya membawa ke lima rumah sakit di Kota Mojokerto. Namun, ditolak pihak rumah sakit karena penuh. Kelima rumah sakit tersebut di antaranya Rumah Sakit (RS) Gatoel, RS Kama Medika, RSUD Kota Mojokerto.

Akhirnya keluarga memutuskan mencari oksigen untuk pengobatan sementara. Setelah satu jam lebih, akhirnya mendapat tabung oksigen dan langsung dipasangkan oleh pelayan toko.

Keluarga terpaksa membawa pulang dengan kondisi terpasang oksigen di mobil.

Keluarga pasien, Sony mengatakan, ia mendapatkan tabung oksigen seharga Rp2,8 juta dan harus mengantre untuk mendapatkannya. Ia mengaku AM menderita darah tinggi lalu mengalami sesak napas.

Baca Juga : Diangkut Pakai Hercules, Oksigen Konsentrator dari Singapura Didatangkan ke Indonesia

“Harga Rp2,8 juta, tapi antre. Sakit awalnya darah tinggi sekarang sesak. Mulai setengah enam saya putar RS penuh semua, pada penuh semua,” katanya kepada iNews, Selasa (6/7/2021).

Sementara itu, sejak seminggu terakhir, permintaan tabung oksigen di toko peralatan medis di Jalan Brawijaya meningkat tajam. Jika biasanya sehari hanya tiga hingga empat, sekarang ini sampai sepuluh tabung.

Biasanya toko melayani isi ulang dan peminjaman tabung. Namun, sekarang ini para pembeli rata-rata langsung membeli tabung yang harganya mencapai Rp2,8 juta. Harga ini naik jika dibanding hari-hari biasanya yang hanya Rp2 juta. Rata-rata para pembeli tabung oksigen adalah pasien yang isolasi mandiri di rumah-rumah.

Baca Juga : Belajar dari Pandemi, Suplai Oksigen untuk Pasien Perlu Terus Dijaga

“Satu mingguan rata-rata kenaikan biasa ndak sampai Rp2 juta. Sekarang Rp2,8 juta. Paling sehari 5-4 kebanyakan sewa, sekarang beli semua. Satu hari sepuluh lebih untuk pasien isoman,” tutur kasir toko, Bonita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini