Ditolak Rumah Sakit, Wanita Paruh Baya Kritis Berjam-jam di Mobil

Tritus Julan, Koran SI · Rabu 07 Juli 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 519 2436576 ditolak-rumah-sakit-wanita-paruh-baya-kritis-berjam-jam-di-mobil-BSVJTEsJfF.jpg Wanita paruh baya kritis di mobil (foto: ist)

MOJOKERTO - Gara-gara ditolak berbagai rumah sakit, seorang wanita berinisial NS, (53) asal Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terpaksa meringkuk di dalam mobil. Bahkan kondisinya saat ini tengah kritis.

Berdasarkan informasi yang diterima, NS mengalami sakit stroke dan jantung. Sejak tiga hari yang lalu ia mengalami sesak nafas dan membutuhkan oksigen tambahan. Namun, sejak pagi tadi, ia tidak mendapatkannya. Lantaran sejumlah rumah sakit yang didatangi NS menolak dengan alasan ruangan penuh.

"Dari pagi mulai setengah enam, cari rumah sakit gak dapat. Akhirnya sama anaknya diminta beli oksigen ini," kata Sony keponakan NS, sembari menunjukkan kondisi pasien yang sudah kesulitan bernafas di dalam mobil.

Baca juga:  Tingkat Keterisian RS di 6 Provinsi Jawa-Bali Lebih dari 80%

Sony menyebut dirinya sejak tadi berusaha mencari oksigen tambahan dengan cara membeli. Sudah berjam-jam, keduanya mengantre di toko yang menjual alat kesehatan untuk bisa membeli tabung oksigen beserta regulatornya. Tak hanya itu, NS juga harus merogoh kocek sebesar Rp3 juta untuk membeli kedua alat tersebut.

"Ini sudah dapat, sekarang mau kita pasang ke bibi. Kasihan soalnya sudah sejak pagi kondisinya seperti ini," imbuh Sony.

Baca juga: Menkes Siapkan 7 Ribu Tempat Isolasi dan 950 Kamar RS Tangani Kasus Covid-19

Berdasarkan keterangan Sony, sejak pukul 05.30 WIB dirinya bersama anak bibinya sudah mendatangi lima rumah sakit yang ada di Kota/Kabupaten Mojokerto. Namun tidak ada satupun rumah sakit yang bersedia menerima NS. Alasannya, semua ICU rumah sakit penuh karena pasien Covid-19.

Lima rumah sakit tersebut diantaranya, Rumah Sakit Citra Medika, Rumah Sakit Kamar Medika, Rumah Sakit Emma, Rumah Sakit Sakinah, Rumah Sakit Gatoel, Rumah Sakit Rekso Waluyo, hingga RSUD Prof dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Padahal, saat ini kondisi bibinya dalam keadaan kritis dan membutuhkan penanganan medis.

"Ada stok oksigen di RSUD, namun tadi katanya khusus buat warga kota saja, kamar juga gak ada. Akhirnya ini mau dibawa pulang saja, di rawat di rumah," jelas Sony saat ditemui di halaman toko penjualan alat kesehatan (Alkes) di Jalan Brawijaya.

Beruntung akhirnya Sony bisa mendapatkan oksigen tambahan untuk NS. Usai mengantri berjam-jam, dirinya dibantu penjaga toko kemudian memasangkan tabung oksigen ke bibinya yang tergeletak di dalam mobil.

Sementara itu, Subro penjaga toko yang menjual alat kesehatan, mengatakan sejak satu pekan terakhir penjualan tabung oksigen baru dan isinya mengalami peningkatan signifikan. Dalam satu hari ia bisa melayani 10 warga yang membeli tabung oksigen lengkap dengan regulatornya.

"Sebelumnya sehari cuman 3 sampai 4 tabung. Tapi udah satu minggu ini sehari sampai 10 tabung," kata Subro.

Dirinya cukup kewalahan melayani pembeli, terlebih stok di gudang toko tempatnya bekerja semakin menipis. Tak sampai disitu, pelayanan isi tabung oksigen pun sudah tak ada. Sebab terkendala pengiriman dari pabrik isi oksigen yang sudah tidak menyuplai isi ulang tabung oksigen.

"Kita juga udah gak bisa melayani isi ulang oksigen, jadi harus beli tabung oksigen baru ukuran satu meter seharga Rp2 jutaan. Kalau regulatornya 1 jutaan. Ini juga sudah menipis," kata Subro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini