Ambulans Muhammadiyah Dilempar Batu di Solo, Polisi Bakal Tindak Tegas

Agregasi Solopos, · Jum'at 09 Juli 2021 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 512 2438403 ambulans-muhammadiyah-dilempar-batu-di-solo-polisi-bakal-tindak-tegas-QmKOtIwvNe.jpeg Kapolresta Solo. (Foto: Solopos)

SOLO - Terjadi teror pelemparan batu ke ambulans pada Jumat (9/7/2021) dini hari. Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan bakal mengambil langkah tegas bagi siapa saja yang melawan hukum. Pasalnya, ambulans merupakan kendaraan prioritas yang sudah diatur dalam perundang-undangan.

Kapolresta Solo mengatakan, UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan beberapa kendaraan memperoleh prioritas penggunaan jalan seperti ambulans dan pemadam kebakaran.

Baca juga: Ambulans Milik Muhammadiyah Klaten Sudah 2 Kali Dilempari Batu

Hal itu harus dipatuhi karena merupakan undang-undang. Jika kendaraan prioritas melintas, menyalakan sirene dan rotator, maka pengguna jalan wajib memprioritaskan mereka.

“Para pengguna jalan wajib hukumnya memberikan kesempatan mobil prioritas melintas di jalur itu. Memberi kesempatan mendahului,” papar dia.

Pada saat ini, masyarakat kerap melihat ambulans dan mobil penanganan bencana berlalu lalang. Ia meminta masyarakat untuk memahami kerja bersama di tengah pandemi.

“Jangan ada yang melanggar hukum. Kami pastikan kami tindak tegas. Siapa saja yang menghalangi laju kendaraan prioritas kami tindak tegas,” imbuh dia.

Baca juga: Keluarga Pasien Covid-19 Diminta Biaya Penanganan Jenazah & Ambulans

Diberitakan sebelumnya ambulans milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cawas dilempari batu oleh orang tak dikenal di Flyover Purwosari. Akibat kejadian itu, kaca ambulans di bagian depan pecah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, aksi pelemparan batu ke ambulans milik PCM Cawas itu bermula saat ambulans mengantar seorang pasien dari Cawas ke RS Kasih Ibu Solo.

Di dalam mobil ambulans terdapat sopir dan empat penumpang. Di antara orang yang di dalam ambulans, yakni anggota Kokam Klaten, Sukmadi Fajar. Di dalam ambulans juga terdapat seorang anak. Saat melintasi jalan di Solo, sirene ambulans dalam kondisi mati.

Di tengah perjalanan pulang dari Solo-Klaten, ambulans itu berpapasan dengan satu unit sepeda motor (satu seorang pengendara dan satu pembonceng). Tiba-tiba, ambulans menjadi sasaran teror dengan dilempar batu oleh pengendara/pembonceng sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.

Akibat kejadian itu, kaca bagian depan pecah. Beruntung, orang yang berada di dalam ambulans tak mengalami luka.

“Sirene dalam kondisi off. Rotator menyala. Ini ambulans yang dilempar. Memang tak ada korban akibat pelemparan itu, tapi ini memunculkan trauma juga,” tutur Husni Thamrin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini