Suplai Obat-Obatan untuk Pasien Isoman, Ridwan Kamil : Keselamatan Nyawa Harus Didahulukan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 09 Juli 2021 00:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 525 2437840 suplai-obat-obatan-untuk-pasien-isoman-ridwan-kamil-keselamatan-nyawa-harus-didahulukan-XZ2GLCw3v6.jpg Gubernru Jawa Barat menyuplai obat untuk pasien yang tengah isoman. (Foto : Ist)

BANDUNG - Pemprov Jabar mulai menyalurkan bantuan obat-obatan dan suplemen vitamin secara gratis kepada ribuan pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, keselamatan nyawa pasien Covid-19 menjadi hal mutlak yang harus segera ditangani. Apalagi, selama ini, banyak keluhan warga yang kesulitan mencari obat-obatan.

Oleh karena itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, Pemprov Jabar bekerja sama dengan 10 perusahaan farmasi memberikan solusi nyata.

"Kita menyadari keselamatan nyawa dari pasien-pasien Covid-19 ini harus kita dahulukan dan aspirasi curhatan warga selama ini yaitu konsultasi dan obat yang susah dan sebagainya kita selesaikan dengan sistem yang kita punya di Pikobar," tutur Kang Emil usai menyerahkan secara simbolis obat-obatan dan suplemen vitamin untuk pasien Covid-19 yang menjalani isoman di Kantor Dinkes Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021).

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, untuk obat-obatan yang dikirim kepada pasien isoman ada tiga paket. Paket A khusus pasien Covid-19 tanpa gejala, paket B bagi yang bergejala ringan, sementara untuk paket C akan diberikan bagi yang bergejala sedang.

"Tadi terbagi tiga yang dikirim obat paket A itu khusus OTG hanya vitamin suplemen, paket B gejala ringan dengan obat antibiotik dan antivirus. Juga yang paket C itu antivirusnya lebih keras dan mudah-mudahan sembuhnya juga lebih cepat," ujarnya.

Berdasarkan data per Kamis (8/7/2021) pukul 17:00 WIB, jumlah pengakses telekonsultasi fitur Isoman di aplikasi Pikobar sebanyak 4.931 orang dengan total pesan atau pertanyaan mencapai 14.082 pesan, sedangkan jumlah permohonan vitamin sebanyak 8.896 orang dan 6 permohonan untuk obat.

"Ada 8.000-an warga yang memohon bantuan obat-obatan dan vitamin dan ada 11.000-an pertanyaan konsultasi kepada tim dokter. Kurang lebih ada 13 tim dokter yang disediakan memberikan konsultasi oleh Dinkes Jabar," katanya.

Baca Juga : PPKM Darurat, Ridwan Kamil Sebut Mobilitas Warga Jabar Berkurang 20%

Kang Emil juga memastikan, suplai vitamin dan obat dapat terjangkau dengan tepat sasaran. Selain itu, pengiriman obat pun dilakukan satu hari dan langsung menuju pasien yang tengah menjalani isoman.

"Kami juga bekerja sama dengan kurang lebih 10 perusahaan farmasi, sehingga Insya Allah menjamin suplai obat dengan harga terjangkau dan tepat sasaran dan juga melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan kurir atau pengiriman yang tentunya diharapkan satu hari sampai langsung ke pasien di Jabar," jelasnya.

"Prioritas penanganan inilah yang kami dahulukan seiring dengan proses PPKM Darurat yang juga terus kita sempurnakan," lanjut Kang Emil.

Kang Emil juga mengimbau kepada aparat desa di seluruh kab/kota di Jabar untuk melakukan deteksi dini secara masif. Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi pasien-pasien Covid-19 yang hendak melakukan konsultasi ke Pikobar, tapi tidak dapat mengaksesnya.

"Kami tidak ingin mendengar lagi ada warga Jabar yang sedang isolasi mandiri kesusahan, apalagi meninggal dunia. Oleh karena itu, saya mengimbau aparat setempat mendeteksi mereka-mereka yang mungkin sedang isoman, kalau dia tidak bisa mendaftarkan ke Pikobar karena mungkin tidak punya hp di desa-desa ini tanggung jawab aparat setempat untuk meregistrasi,” katanya.

“Makanya saya sudah tugaskan yang mendaftarkan itu boleh pasiennya langsung atau keluarganya dengan bukti aparat setempat jika warganya memang tidak bisa mengakses secara digital," sambung Kang Emil.

Tidak hanya itu, Kang Emil meminta seluruh warga Jabar untuk menyebarkan informasi fitur isoman di aplikasi Pikobar. Dengan begitu, para pasien Covid-19 di seluruh Jabar dapat terlayani oleh para dokter.

"Dan saya titip rekan-rekan semua menyampaikan melalui media masing-masing agar semua yang isoman jangan ragu-ragu meminta pertolongan kepada pemerintah provinsi. InsyaAllah negara hadir untuk kita semua ini juga dananya dari menunda dan memberhentikan beberapa proyek infrastruktur di Jabar," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini