Pemkot Bogor Bakal Alokasikan Kebutuhan Oksigen di Setiap Kecamatan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 09 Juli 2021 01:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 525 2437842 pemkot-bogor-bakal-alokasikan-kebutuhan-oksigen-di-setiap-kecamatan-73aNojk9OR.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Okezone/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Permintaan oksigen untuk kebutuhan medis terus meningkat seiring tingginya kasus positif Covid-19. Bahkan, warga sempat kesulitan mendapatkan oksigen karena ketersediaannya yang menipis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun berkomitmen memaksimalkan pemenuhan kebutuhan oksigen, khususnya untuk seluruh Puskesmas se-Kota Bogor.

"Kami alokasikan dari Biaya Tak Terduga (BTT) untuk pengadaan minimal 100 tabung oksigen besar dan 100 oksigen kecil, bisa saja lebih dari itu. Saat ini kami sedang mendata Puskesmas, kebutuhannya seberapa banyak, tingkat yang isoman dan memerlukan oksigen itu seperti apa," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya usai rapat dengan para kepala Puskesmas di Taman Ekspresi, Kamis (8/7/2021).

Bima mengatakan, nantinya tabung-tabung oksigen tersebut didistribusikan ke seluruh kecamatan di Kota Bogor. "Sistemnya di-pool di kecamatan karena kebutuhannya sudah merata di semua wilayah. Camat akan data aset oksigen di setiap Puskesmas yang ada. Nanti kita alokasikan sesuai kebutuhan. Tabungnya juga kita siapkan," ucap Bima.

Selain menyiapkan alokasi khusus, Pemkot Bogor terus membuka jalur kolaborasi pemenuhan kebutuhan oksigen, seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan Krakatau Steel.

Baca Juga : Suplai Obat-Obatan untuk Pasien Isoman, Ridwan Kamil : Keselamatan Nyawa Harus Didahulukan

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Bogor Selatan Maria Yuliana menyambut baik alokasi kebutuhan oksigen ke setiap kecamatan.

"Untuk kasus Bogor Selatan hari ini 124 di Ranggamekar dan 66 di Batutulis. Ada tiga orang yang saturasinya 80. Ketika saturasinya 80 kita pinjamkan oksigen dari Puskesmas. Tapi Puskesmas kami punya 6 oksigen ukuran kecil. Itu cepat habisnya dan kesulitan jika kebutuhan meningkat," kata Maria.

Sementara itu, Camat Bogor Selatan Hidayatulloh mengungkapkan, secara keseluruhan di wilayahnya ada 685 warga yang terkonfirmasi positif, 17 di antaranya dirawat di rumah sakit karena gejala sedang hingga berat, 668 sisanya isolasi mandiri karena tanpa gejala hingga gejala ringan.

"Kita ketahui bahwa BOR di rumah sakit full. Bahkan antrean pasien sudah tidak mampu menampung. Tadi malam pun RS Ummi sudah memasang tenda BNPB karena memang sudah over capacity. Kesulitan kami di lapangan adalah jika yang isoman ini kondisi tubuhnya menurun dan membutuhkan oksigen. Semoga dengan adanya alokasi oksigen di kecamatan bisa membantu," harap Hidayatulloh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini